Kesuburan Dipengaruhi Gaya Hidup Sehari-hari
- 19 Apr 2026 08:51 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kesuburan tidak hanya ditentukan faktor genetik, tetapi juga sangat dipengaruhi gaya hidup sehari-hari. Hal itu disampaikan Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.. OG (K), Guru Besar Obstetri dan Ginekologi yang juga Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, saat diwawancara RRI, Sabtu 11 April 2026
Menurut Rajuddin, pasangan usia produktif kini semakin banyak menghadapi tantangan kesuburan akibat perubahan pola hidup modern.
“Masalah infertilitas 40% berasal dari pihak perempuan, 40% dari laki-laki, dan 20% sisanya gabungan atau tidak diketahui. Dari semua itu, gaya hidup menyumbang porsi yang signifikan,” jelasnya.
| Baca juga: Rahasia Kesehatan dalam Sunnah Nabi |
Menurut Rajuddin ada 5 Faktor Gaya Hidup yang Mempengaruhi Kesuburan
Berat badan ideal: Indeks Massa Tubuh terlalu rendah atau terlalu tinggi mengganggu ovulasi pada perempuan dan kualitas sperma pada laki-laki. Jaga IMT di kisaran 18,5–24,9.
Pola makan seimbang: Perbanyak antioksidan dari sayur, buah, biji-bijian, dan asam lemak omega-3. Kurangi makanan ultra-proses, tinggi gula, dan lemak trans karena memicu peradangan dan resistensi insulin.
Baca juga: Tips Mengontrol Asma untuk Tetap ProduktifAktivitas fisik rutin: Olahraga 150 menit/minggu dengan intensitas sedang membantu menjaga hormon tetap seimbang. Hindari olahraga ekstrem berlebihan yang justru menekan fungsi reproduksi.
Kelola stres & tidur cukup: Stres kronis meningkatkan kortisol yang mengganggu hormon GnRH, LH, dan FSH. Tidur 7–9 jam membantu regenerasi sel, termasuk sel telur dan sperma.
Hindari rokok, alkohol, dan paparan zat berbahaya: Rokok mempercepat penurunan cadangan sel telur dan merusak DNA sperma. Alkohol berlebihan serta paparan pestisida, BPA, dan logam berat juga terbukti menurunkan fertilitas.
Rajuddin menyarankan pasangan yang sudah berhubungan seksual teratur tanpa kontrasepsi selama 1 tahun dan belum hamil untuk segera konsultasi. Untuk perempuan di atas 35 tahun, cukup 6 bulan. “Semakin cepat dievaluasi, semakin besar peluang intervensi gaya hidup atau terapi medis berhasil,” tegasnya.
Selain itu, pemeriksaan prakonsepsi penting dilakukan sebelum program hamil. Cek status gizi, infeksi TORCH, hormon tiroid, gula darah, serta analisis sperma bagi pria dapat mendeteksi masalah sejak dini.
“Menjaga kesuburan sama dengan menjaga kesehatan secara menyeluruh. Gaya hidup yang baik hari ini bukan hanya untuk punya anak, tapi juga untuk kualitas hidup 20–30 tahun ke depan,” tutup Prof. Rajuddin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....