Kasus Campak Turun 93 Persen, Kemenkes Tetap Perketat Pengawasan
- 31 Mar 2026 10:11 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kementerian Kesehatan melaporkan kasus campak di Indonesia turun 93 persen hingga minggu ke-12 tahun 2026. Meski demikian, pengawasan dan percepatan imunisasi tetap diperketat menjelang arus mudik dan libur Lebaran.
Berdasarkan hasil penelusuran di laman resmi Kementerian Kesehatan RI, kasus harian turun dari 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret. Penurunan ini terpantau konsisten di 14 provinsi dan 10 kabupaten atau kota.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan tren penurunan ini menjadi sinyal positif. Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena mobilitas saat mudik berpotensi meningkatkan penularan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang dilansir dari laman Dinas Kesehatan Aceh, hingga minggu ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak. Dari jumlah itu, 8.372 kasus terkonfirmasi dengan enam kematian serta 45 kejadian luar biasa di 11 provinsi.
Sebagai langkah pengendalian, Kemenkes mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization dan Catch Up Campaign imunisasi campak-rubella di 102 kabupaten dan kota. Sasaran utama program ini adalah anak usia 9 hingga 59 bulan.
Berdasarkan hasil penelusuran di website resmi Kemenkes RI, pemerintah juga memastikan stok vaksin MR dalam kondisi aman di seluruh provinsi. Ketersediaan vaksin saat ini disebut berada di atas kebutuhan dua bulan.
Kemenkes mengimbau masyarakat segera melengkapi imunisasi anak dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama masa mudik serta libur Lebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....