Simanis yang Membunuh, Warga Aceh Diingatkan Bahaya Mengkonsumsi Gula Berlebihan
- 31 Mar 2026 02:59 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Tingginya konsumsi karbohidrat sederhana di masyarakat Aceh dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti stroke dan diabetes.
Sekretaris Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Aceh, Fiona D Amelia, mengungkapkan kondisi tersebut kerap ditemui di layanan kesehatan, termasuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 28 Maret 2026, Fiona menyebutkan konsumsi gula sederhana yang berlebihan dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti luka yang sulit sembuh hingga berujung amputasi.
“Kasus seperti stroke, diabetes, hingga gangren yang berakhir amputasi banyak kita temui, salah satunya dipicu pola konsumsi karbohidrat sederhana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, karbohidrat sederhana seperti gula pasir, kue, sirup, dan makanan olahan manis merupakan jenis yang harus dibatasi karena cepat meningkatkan kadar gula darah dan berdampak buruk pada pembuluh darah dalam jangka panjang.
Menurut Fiona, batas konsumsi gula pasir yang dianjurkan hanya sekitar tiga sendok makan per hari. Jumlah tersebut sudah mencukupi kebutuhan rasa manis harian dan tidak boleh dikonsumsi berlebihan.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahaya “hidden sugar” atau gula tersembunyi yang terdapat dalam kue, bolu, dan makanan olahan lainnya. Gula jenis ini sering tidak disadari, namun berisiko tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah secara perlahan.
Sebagai alternatif, masyarakat disarankan mengonsumsi sumber karbohidrat dari makanan alami seperti buah, termasuk kurma, meski tetap harus dalam batas wajar. Fiona menegaskan, tubuh tetap membutuhkan asupan karbohidrat, dengan kebutuhan minimal sekitar 130 gram per hari yang perhitungannya sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli gizi.
Ia juga meluruskan anggapan keliru di masyarakat terkait angka kadar gula darah yang sering disamakan dengan jumlah asupan gula. Menurutnya, keduanya merupakan hal berbeda dan tidak bisa disamakan.
Fiona mengimbau masyarakat untuk mulai mengurangi konsumsi gula sederhana serta lebih bijak memilih makanan guna mencegah risiko penyakit kronis di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....