Turunnya Metabolisme saat Ramadan Picu Lonjakan Berat Badan Pasca Lebaran
- 29 Mar 2026 13:39 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kenaikan berat badan setelah Idul Fitri menjadi fenomena yang sering dialami masyarakat. Meski sebagian besar menganggapnya sebagai hal biasa, ternyata ada mekanisme tubuh yang berperan besar dalam kondisi tersebut, terutama terkait perubahan metabolisme selama bulan Ramadan.
Pada awal puasa, tubuh masih mampu beradaptasi dengan baik. Namun, memasuki minggu ketiga dan keempat, metabolisme tubuh cenderung menurun drastis, khususnya pada individu yang tidak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Kondisi ini berdampak pada perubahan komposisi tubuh.
Sekretaris Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Aceh, dr. Fiona D Amelia, SpGK, AIFO-K, dalam dialog interaktif di RRI Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 28 Maret 2026. Menjelaskan bahwa pada fase tersebut tubuh mulai menggunakan otot sebagai sumber energi. “Pemecahan otot ini membuat massa otot berkurang, sehingga metabolisme menjadi semakin rendah,” ujarnya.
Akibatnya, ketika seseorang kembali mengonsumsi makanan dalam jumlah normal atau bahkan berlebih saat Lebaran, tubuh tidak lagi membakar energi secara optimal. Energi yang masuk justru lebih mudah disimpan sebagai lemak.
“Ini yang menyebabkan kenaikan berat badan bisa terjadi dengan cepat, bahkan meskipun sebelumnya seseorang tidak sedang menjalani program diet,” tambah dr. Fiona.
Ia juga menekankan bahwa pola makan saat Lebaran yang cenderung tidak teratur dan tinggi kalori memperburuk situasi. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga pola makan, memperhatikan asupan nutrisi, serta kembali aktif berolahraga setelah Ramadan agar keseimbangan metabolisme tubuh dapat pulih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....