Lontong dan Sirup, Kombinasi “Mematikan” Berat Badan

  • 29 Mar 2026 01:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kebiasaan makan saat Lebaran menjadi salah satu faktor utama penyebab kenaikan berat badan. Sekretaris Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Aceh, Fiona D Amelia, mengungkapkan asupan kalori berlebih yang didominasi lemak dan karbohidrat sederhana menjadi pemicu utama.

Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada program Klinik Angkasa, Sabtu 28 Maret 2026, Fiona menjelaskan bahwa makanan khas Lebaran seperti lontong, kue kering, serta minuman manis berkontribusi besar terhadap peningkatan berat badan.

Ia menuturkan, karbohidrat sederhana yang banyak dikonsumsi saat Lebaran cenderung lebih cepat diubah menjadi lemak dalam tubuh. Hal ini berbeda dengan karbohidrat kompleks yang mengandung serat, yang proses penyerapannya lebih lambat sehingga tidak mudah menumpuk menjadi lemak.

Selain itu, konsumsi minuman manis seperti sirup, susu kental manis, serta camilan kue kering yang tinggi kalori juga memperparah kondisi. Menurutnya, satu kue kering bisa mengandung hingga puluhan kalori, dan biasanya dikonsumsi dalam jumlah banyak serta berulang kali dalam sehari.

“Masalahnya bukan hanya saat hari Lebaran, tetapi kebiasaan makan berlebih yang berlanjut beberapa hari setelahnya,” ujarnya.

Fiona menegaskan bahwa mengonsumsi makanan saat Lebaran bukanlah hal yang dilarang, namun perlu dilakukan dengan bijak dan terkontrol. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam makan serta mulai kembali ke pola makan seimbang setelah hari raya.

Dengan pengaturan pola makan yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan Lebaran tanpa harus mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....