Aceh Dorong Layanan Ginjal Berkelanjutan dan Hemat Energi
- 16 Mar 2026 11:06 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Dalam simposium nefrologi yang digelar FK Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH, FINASIM, mengangkat tema _green nephrology_—upaya menurunkan jejak karbon pelayanan ginjal. Mengacu pada gerakan global yang dipelopori International Society of Nephrology (GREEN-K, mini-review Kidney International), ia menyoroti bahwa hemodialisis menyedot air dan energi dalam jumlah besar, menghasilkan limbah plastik serta emisi gas rumah kaca,hal tersebut disampaikan saat diwawancara RRI, Sabtu 14 Maret 2026.
“Pencegahan gagal ginjal tetap langkah paling hijau, tapi bila dialisis diperlukan kita harus pakai kembali air RO, beralih ke energi terbarukan, dan memilah limbah medis,” kata Maimun, yang juga anggota Perhimpunan Nefrologi Indonesia dan International Society of Nephrology.
Ia mencontohkan unit dialisis RSUD Zainoel Abidin tempatnya berpraktik: instalasi panel surya skala kecil dan program edukasi pasien untuk mengurangi sesi terlewat—upaya yang sekaligus menekan emisi transportasi, " ungkapnya
Ia menjelaskan Poin yang dibawa sejalan dengan rekomendasi green nephrology: konservasi air, dialisis di rumah bila memungkinkan, dan peningkatan transplantasi untuk menurunkan beban lingkungan. Dokter-dokter muda Aceh menyambut dengan rencana audit limbah di tiga rumah sakit pendidikan tahun ini, kata Maimun.
Langkahnya, memperluas percakapan global tentang keberlanjutan ke konteks Indonesia, khususnya wilayah dengan sumber daya terbatas seperti Aceh. Jika dijalankan, skema hemat air dan energi itu bisa menekan biaya operasional sekaligus melindungi ekosistem pesisir yang rentan," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....