Belanja Aman Ramadan, BBPOM Intensifkan Pengawasan
- 28 Feb 2026 20:33 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: Menjelang bulan suci Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Aceh bersama pemerintah daerah memastikan keamanan pangan di sejumlah retail dan sentra kuliner di wilayah Aceh. Hal itu disampaikan dalam dialog interaktif Banda Aceh Menyapa bertema “Belanja Aman Saat Ramadan: Hasil Temuan BBPOM Aceh di Retail dan Kuliner, Jum'at (26/2/2026).
Kepala BBPOM di Aceh, Ryanto, S.Farm., Apt., M.Sc., mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan intensifikasi pengawasan pangan olahan dan takjil Ramadan di berbagai titik penjualan, termasuk pasar tradisional, supermarket, dan pusat jajanan berbuka puasa.
“Kami melakukan sampling dan uji cepat terhadap sejumlah produk pangan, baik kemasan maupun pangan siap saji. Fokus kami adalah memastikan tidak ada kandungan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil,” ujar Ryanto.
Ia menegaskan, dari hasil pengawasan sementara, sebagian besar produk yang diperiksa memenuhi ketentuan keamanan pangan. Meski demikian, BBPOM tetap menemukan beberapa produk kedaluwarsa dan pangan tanpa izin edar yang langsung ditindaklanjuti dengan pembinaan kepada pelaku usaha.
“Pengawasan ini bukan semata-mata penindakan, tetapi juga edukasi. Kami ingin pelaku usaha memahami pentingnya menjaga mutu dan keamanan produk, terutama saat permintaan meningkat tajam di bulan Ramadan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar, Dr. Sulaimi, M.Si., menambahkan bahwa pemerintah daerah turut mendukung pengawasan terpadu melalui inspeksi bersama di pusat distribusi dan pasar.
“Ramadan selalu diikuti peningkatan aktivitas ekonomi. Kami memastikan barang yang beredar layak konsumsi dan memiliki izin yang sah. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat merasa aman saat berbelanja,” kata Sulaimi.
Ia juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak mengambil keuntungan dengan menjual produk yang tidak memenuhi standar, serta memastikan pencantuman label dan tanggal kedaluwarsa yang jelas.

Sementara itu, Rita Mutia, S.K.M., M.K.M., Administrator Ahli Madya Dinas Kesehatan sekaligus Penanggung Jawab Seksi Farmasi, Makanan, dan Minuman Dinas Kesehatan Aceh Besar, menjelaskan bahwa pihaknya turut melakukan pengawasan terhadap higienitas pengolahan pangan di lapangan.
“Kami memeriksa aspek kebersihan tempat produksi, penggunaan air bersih, serta cara penyimpanan bahan makanan. Edukasi kepada pedagang takjil juga kami lakukan agar mereka memahami praktik pengolahan pangan yang baik,” ujar Rita.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih cermat saat membeli makanan, antara lain dengan memperhatikan warna, bau, dan tekstur makanan, serta memastikan kemasan tidak rusak. Masyarakat juga didorong untuk melaporkan temuan produk mencurigakan kepada BBPOM atau dinas terkait.
Dialog tersebut menegaskan komitmen bersama antara BBPOM, pemerintah daerah, dan dinas kesehatan dalam menjamin keamanan pangan selama Ramadan. Dengan pengawasan yang diperketat dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kegiatan ibadah puasa dapat dijalani dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....