Anemia hingga Obesitas Hantui Anak

  • 30 Jan 2026 21:20 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Persoalan gizi anak di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Secara nasional, kondisi gizi belum sepenuhnya membaik karena Indonesia masih dibayangi fenomena double burden bahkan triple burden malnutrition, yakni masalah kekurangan gizi, kelebihan gizi, hingga defisiensi zat gizi mikro seperti zat besi.

Sekretaris Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Fiona Desi Amelia, Sp.GK, dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Senin (26/1/2026) mengatakan persoalan gizi di Indonesia tidak hanya tentang anak kurus atau stunting, tetapi juga meningkatnya kasus obesitas dan anemia.

“Kalau bicara status gizi, kita sebenarnya belum baik-baik saja. Kita menghadapi double burden bahkan triple burden. Ada yang kekurangan gizi, ada yang gizi lebih seperti overweight dan obesitas, serta yang ketiga adalah anemia akibat defisiensi zat besi,” ujarnya.

Menurut dr. Fiona, anemia masih menjadi masalah besar karena dialami berbagai kelompok usia. “Defisiensi zat besi ini tidak hanya pada anak, tapi juga remaja sampai ibu hamil. Sekitar 50 persen masih mengalami kekurangan zat besi. Ini tentu berdampak pada tumbuh kembang dan produktivitas,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kasus stunting, tren nasional menunjukkan perbaikan meski belum signifikan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting turun dari 21,6 persen menjadi 19,8 persen. Namun, kondisi di Aceh masih berada di atas rata-rata nasional.

“Aceh masih cukup tinggi, berada di angka 28,6 persen. Memang turun dari tahun sebelumnya 29,4 persen, tapi tetap perlu perhatian serius,” kata dr. Fiona.

Ia menambahkan, hingga awal 2026 data terbaru belum dirilis pemerintah, sehingga evaluasi masih mengacu pada capaian terakhir. Meski begitu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pemenuhan asupan makanan bergizi seimbang di keluarga.

Melalui peringatan Hari Gizi Nasional, dr. Fiona mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pola makan sehat dan pencegahan anemia sejak dini.

“Hari Gizi Nasional ini jadi momentum untuk mengingatkan kita semua agar lebih sadar pentingnya gizi seimbang, termasuk memastikan asupan zat besi. Karena investasi terbaik untuk masa depan anak adalah gizi yang baik hari ini,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....