Cegah Penyakit Kulit Menular dengan Gaya Hidup Bersih
- 15 Okt 2025 18:09 WIB
- Banda Aceh
KBRN – Banda Aceh : Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah dengan kebiasaan hidup kurang bersih, kerap menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit kulit menular di masyarakat, terutama di lingkungan sekolah dan rumah. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Syarifah Ullyana, Sp.DV, dokter dari Klinik Bunda Tamrin, dalam program Asokaya RRI Pro 4 Banda Aceh, Sabtu (11/10/2025), yang membahas tema “Penyakit Kulit Menular di Lingkungan Sekolah dan Rumah: Cara Pencegahan Efektif.”
Menurut Dr. Ullyana, penyakit kulit menular seperti panu, kurap, dan kudis disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, mulai dari jamur, bakteri, hingga parasit. “Penyakit jamur seperti panu dan kurap biasanya tumbuh di area lembap, sedangkan kudis atau scabies disebabkan oleh tungau yang bisa menular lewat kontak langsung atau benda yang terkontaminasi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa mandi dua kali sehari dengan air bersih dan sabun adalah langkah utama dalam mencegah infeksi kulit. Mitos yang menyebutkan bahwa mandi di siang hari dapat menyebabkan penyakit kulit ditegaskan sebagai hal yang keliru. “Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan mandi di siang hari menimbulkan jamur. Justru mandi membersihkan kotoran dan kuman di permukaan kulit,” tegasnya.
Selain kebersihan diri, kebersihan lingkungan dan perlengkapan pribadi juga berperan besar. Handuk, pakaian, serta seprai sebaiknya dijemur di tempat kering dan diganti secara rutin. “Jangan saling bertukar pakaian, handuk, atau sepatu, terutama jika salah satu anggota keluarga sedang mengalami infeksi kulit,” ujar Dr. Ullyana.
Penyakit kulit, lanjutnya, bisa sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik dan kebersihan terjaga. Namun, jika infeksi semakin luas atau berlangsung lama, diperlukan pengobatan medis. “Sebaiknya jangan asal membeli obat di apotek atau daring. Diagnosis harus dilakukan oleh dokter agar dosis dan durasi pengobatan sesuai,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah pendengar RRI juga mengajukan pertanyaan, mulai dari cara membedakan infeksi jamur dan alergi hingga penggunaan obat tradisional. Menanggapi hal tersebut, Dr. Ulyana menjelaskan bahwa tidak semua bahan alami aman digunakan, karena sebagian justru bisa memicu reaksi alergi baru. “Penggunaan obat herbal perlu disertai pengetahuan medis yang memadai. Lebih aman menggunakan obat yang sudah melalui uji klinis,” katanya.
Sementara itu, ia juga menambahkan bahwa anak-anak dan remaja termasuk kelompok paling rentan tertular penyakit kulit karena sering beraktivitas di lingkungan lembap dan cenderung kurang memperhatikan kebersihan diri. “Di sekolah, penting untuk mengajarkan siswa menjaga higienitas seperti mencuci tangan, tidak bertukar baju olahraga, dan memastikan kaki serta sepatu tetap kering,” tuturnya.
Menutup dialog, Dr. Ulyana kembali mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai kunci utama pencegahan. “Higienitas adalah benteng pertama. Mandi dengan benar, menjaga barang pribadi tetap kering, dan segera berobat jika muncul gejala gatal atau bercak di kulit adalah langkah sederhana tapi sangat efektif,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....