Tidak Semua Kista Perlu Dioperasi, Simak Penjelasan Medis
- 31 Agt 2025 21:24 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Kista ovarium sering menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi remaja dan wanita muda. Namun, tidak semua kista berbahaya dan harus segera dioperasi. Hal ini dijelaskan Prof. Dr. dr. Rajudin, Sp.OG (K) Subsp.Fer, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dalam program Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu (30/8/2025).
Menurutnya, kista folikel yang sifatnya fungsional biasanya tidak berbahaya, bahkan dapat pecah dengan sendirinya tanpa menimbulkan masalah serius. “Kalau pecah kista folikel tidak berbahaya, kecuali kalau terjadi perdarahan. Jadi remaja dan anak muda tidak perlu terlalu khawatir,” ujarnya.
Prof. Rajudin menekankan agar pasien tidak terburu-buru menjalani operasi hanya karena ukuran kista terlihat besar. “Kadang dokter yang tidak menganalisis lebih lanjut langsung menyarankan operasi. Padahal, jika induk telurnya ikut diangkat, pasien bisa menyesal seumur hidup,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan siklus menstruasi juga bisa berkaitan dengan kista, namun bisa pula dipengaruhi oleh faktor hormonal atau penyakit lain. “Kista yang dipengaruhi hormon, misalnya kista folikel, biasanya berkaitan dengan kadar hormon estrogen dan progesteron. Tapi ada juga kista yang bukan karena hormon, seperti kistadenoma,” terangnya.
Kistadenoma, lanjutnya, berisi cairan serus atau mukus yang dapat membesar seiring waktu. Dindingnya cenderung tebal dan sulit pecah. Namun, jika ukurannya semakin besar dan memiliki tangkai, kista ini berisiko mengalami torsi atau perputaran. “Kalau sudah torsi, rasa sakitnya luar biasa dan perlu segera ditangani,” kata Prof. Rajudin.
Ia mengingatkan, deteksi dini dan analisis yang tepat sangat penting agar pasien mendapatkan penanganan sesuai kondisi kista. “Tidak semua kista harus dioperasi. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah terbaik,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....