Ini Tanda-tanda Gejala HIV/AIDS
- 16 Jan 2025 00:27 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : HIV/AIDS masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Aceh. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iman Murahman, mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal penyakit ini serta mengambil langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat.
Dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, dr. Iman menjelaskan bahwa salah satu gejala yang patut diwaspadai adalah penyakit yang tidak kunjung sembuh meski telah menjalani pengobatan.
“Jika seseorang mengalami penyakit seperti batuk berkepanjangan, flu yang tidak sembuh-sembuh, atau penyakit kulit yang sulit disembuhkan, sebaiknya segera memeriksakan diri,” ujar dr. Iman Kamis (9/1/2025).
Ia juga menegaskan bahwa perilaku berisiko, seperti hubungan seksual yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik bersama, menjadi faktor utama penularan HIV. Oleh karena itu, ia menganjurkan masyarakat yang merasa memiliki perilaku berisiko untuk segera melakukan tes kesehatan, seperti tes Antibodi terhadap HIV (AFP).
“HIV terutama menular melalui darah dan cairan tubuh. Jika ada masyarakat yang merasa pernah melakukan hubungan seksual berisiko atau menggunakan jarum suntik bersama, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan status kesehatannya,” tambahnya.
Menurut dr. Iman, jika seseorang terdiagnosis positif HIV disarankan agar segera memulai pengobatan antiretroviral (ARV). Pengobatan ini bersifat seumur hidup, namun dengan pengobatan yang teratur, penderita HIV dapat memiliki harapan hidup yang panjang.
“Pengobatan HIV bisa dilakukan seumur hidup, dan jika dijalani dengan baik, penderita HIV bisa hidup sampai usia tua, bahkan hingga 50-60 tahun atau lebih,” jelas dr. Iman.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin setiap tahun untuk memantau perkembangan virus dalam tubuh. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa obat yang dikonsumsi efektif dalam menekan virus.
“Setiap tahun, penderita HIV harus memeriksa kondisi virusnya. Ini penting untuk memastikan apakah obat yang digunakan masih efektif atau perlu penyesuaian,” tambahnya.
dr. Iman juga menyebutkan pentingnya langkah pencegahan untuk meminimalisir risiko tertular HIV. “Beberapa langkah yang disarankan yaitu hindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual yang tidak aman dan penggunaan jarum suntik bersama,” ujarnya.
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin jika merasa memiliki risiko. Ikuti pengobatan dengan disiplin jika terdiagnosis positif HIV agar virus dalam tubuh bisa ditekan dan harapan hidup meningkat. Pahami pentingnya deteksi dini untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
“Yang paling penting adalah edukasi. Kita harus mengedukasi masyarakat agar memahami bahwa HIV bisa dicegah dan penderita bisa hidup normal selama menjalani pengobatan dengan baik,” tutup dr. Iman.
Data Dinas Kesehatan Aceh menyebutkan, sejak priode tahun 2004 sampai dengan tahun 2024 penemuan kasus HIV/AIDS di Aceh mencapai 1.735 orang. Kasus penularan HIV/AIDS menunjukkan tren peningkatkan, bahkan puncaknya tercatat pada tahun 2024. 80 persen penderitanya adalah dari kalangan laki-laki sesama jenis (Gay).
Sepanjang priode tersebut, Dinas Kesehatan Aceh juga mencatat jumlah orang meninggal akibat HIV/AIDS di Aceh menyentuh hampir 500 orang pasien. Kota Banda Aceh mencatatkan jumlah kasus kematian tertinggi, yakni 100 kasus, diikuti oleh Langsa dengan 74 kasus, dan Aceh Utara dengan 40 kasus.
Sementara jika dilihat sejak dua dekade terakhir, 20 tahun terakhir, kasus HIV/AIDS di Aceh terus meningkat dan kenaikan drastis terjadi pada tahun 2021 dengan jumlah 181 kasus, tahun 2022 terdapat 277 kasus, 2023 tercatat 309 kasus dan tahun 2024 tercatat 348 kasus.
Sepanjang tahun 2024, 109.645 orang di Aceh telah menjalani tes HIV. Dari jumlah tersebut, sebanyak 348 orang dinyatakan positif terinfeksi HIV. Kota Banda Aceh mencatat jumlah kasus HIV tertinggi, yaitu 752 kasus, diikuti oleh Aceh Utara dengan 184 kasus, Banda Aceh dengan 179 kasus, dan Aceh Besar dengan 156 kasus.
Fakta Penting Tentang HIV/AIDS:
Penularan: Melalui darah, cairan tubuh, hubungan seksual yang tidak aman, dan penggunaan jarum suntik bersama.
Pencegahan: Hindari perilaku berisiko, gunakan alat pelindung, dan lakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Pengobatan: Pengobatan antiretroviral (ARV) harus dijalani seumur hidup untuk menekan virus dan memperpanjang harapan hidup.
Deteksi dini: Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan efektivitas pengobatan.
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....