PT. Solusi Bangun Andalas, RPA, USK & FP UNAYA Sinergi Kembangkan Pangan Lokal
- 30 Sep 2026 16:59 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar-PT Solusi Bangun Andalas, Rumoh Pangan Aceh (RPA), Universitas Syiah Kuala (USK), dan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama (FP UNAYA) memperkuat sinergi dalam pengembangan pangan lokal berbasis kacang koro bersama masyarakat Desa Wisata Naga Umbang, Kabupaten Aceh Besar mulai Jum'at 18 September 2026.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan produk pangan bernilai tambah. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan kacang koro sebagai bahan baku tempe dan berbagai produk olahan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif masyarakat.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Pemerintah Desa Wisata Naga Umbang, Kelompok Tempe Korna, serta ibu-ibu PKK sebagai penggerak utama pengembangan produk pangan lokal di tingkat desa.
Sekretaris Desa Wisata Naga Umbang, Zulfikar, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga pendamping memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal.
Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga melahirkan kegiatan usaha yang berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa.
Antusiasme turut ditunjukkan anggota Kelompok Tempe Korna dan ibu-ibu PKK, di antaranya Erna Helda, Resiani, Suriyani, Wahyuni, Murniati, Darmayanti, dan Nurbaiti. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam proses produksi, peningkatan keterampilan pengolahan, diversifikasi produk, hingga keberlanjutan program di tingkat masyarakat.
Community Relations Coordinator PT Solusi Bangun Andalas, Dewi Hawati, mengatakan pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pendekatan penting dalam mendorong pembangunan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan Kelompok Tempe Korna melalui pemanfaatan kacang koro diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan lokal maupun nasional.
“Kami ingin mendorong pembangunan desa melalui pemberdayaan masyarakat. Pengembangan tempe berbahan kacang koro menjadi salah satu potensi yang dapat terus diperkuat karena tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan,” ujar Dewi Hawati saat di wawancarai RRI Selasa 29 September 2026.
Kehadiran Tim PT Solusi Bangun Andalas juga diperkuat oleh Faraby Azwany, Head of Media Solusi Bangun Andalas, dan Danny Trisnadi, Quarry Planning & Development Superintendent Solusi Bangun Andalas. Keterlibatan berbagai unsur di lingkungan perusahaan menunjukkan dukungan terhadap pengembangan masyarakat, inovasi pangan lokal, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Dari sisi penguatan hulu, Program Manager Rumoh Pangan Aceh, Zahlul Nugraha Meutuah, S.P.W.K., menyampaikan kesiapan RPA dalam mendukung keberlanjutan produksi kacang koro sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan pengembangan produk.
Menurutnya, ketersediaan bahan baku menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun ekosistem pangan lokal yang berkelanjutan. Produksi di tingkat hulu perlu berjalan seiring dengan inovasi pengolahan, penguatan kapasitas pelaku usaha, dan pengembangan pasar di tingkat hilir.
Dari sisi akademik, Fitrah Asma Ulhusna, S.Pd., M.Si. mendorong penguatan riset dan inovasi terhadap pengembangan produk berbasis kacang koro. Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi luas untuk dikembangkan, tidak hanya menjadi tempe, tetapi juga berbagai produk pangan inovatif lainnya, termasuk keripik dan produk olahan bernilai tambah.
Penguatan riset diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu, keamanan pangan, penerimaan konsumen, diversifikasi produk, hingga pengembangan produk yang mampu bersaing di pasar.
Dalam kesempatan yang sama Dekan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, Dr. Rahmah Hayati, S.TP., M.Agr., menilai kacang koro sebagai salah satu komoditas lokal yang memiliki ruang besar untuk terus dieksplorasi dan dikembangkan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung penelitian, pengembangan teknologi pengolahan, diversifikasi produk, serta pendampingan kepada masyarakat agar potensi pangan lokal dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kacang koro merupakan salah satu sumber pangan lokal yang sangat menarik untuk terus dieksplorasi. Kolaborasi seperti ini penting karena hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dapat langsung diterapkan dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Rahmah Hayati.
Ia menambahkan, kolaborasi akademisi, dunia usaha, lembaga pendamping, pemerintah desa, dan masyarakat juga menjadi langkah penting dalam memperkuat hilirisasi hasil penelitian. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada skala laboratorium, tetapi dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi dan memberi dampak nyata kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama turut melibatkan dosen drh. Dessi Astika, M.Si., Putri Nadia Riana, M.Si., dan Sarini Sri Utari, S.P., M.Si., serta mahasiswa Sufian, Khairul Amin, Heppy Afdhalia, dan Ratu Muktirrahmah.
Keterlibatan mahasiswa memberikan ruang pembelajaran langsung mengenai pengembangan pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, serta penerapan ilmu dan inovasi pertanian dalam menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi antara PT Solusi Bangun Andalas, Rumoh Pangan Aceh, Universitas Syiah Kuala, dan Fakultas Pertanian Universitas Abulyatama, pengembangan pangan lokal di Desa Wisata Naga Umbang diharapkan dapat tumbuh menjadi ekosistem yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku, produksi, pengolahan, penelitian dan inovasi, diversifikasi produk, hingga pengembangan usaha dan pemasaran.
Sinergi tersebut sekaligus memperkuat semangat bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari desa melalui optimalisasi potensi lokal, inovasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, lembaga pendamping, pemerintah, dan masyarakat.
Pengembangan kacang koro di Desa Wisata Naga Umbang diharapkan tidak hanya melahirkan alternatif pangan lokal, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendukung kemandirian dan ketahanan pangan Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....