BEM FKP USK Gelar SIDAK Chapter 2 Demi Aksi Berkelanjutan

  • 29 Sep 2026 13:42 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar— Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala kembali menggelar program unggulannya, Singgah Desa Sejenak (SIDAK) Chapter 2 Tahun 2026, yang diinisiasi oleh Departemen Sosial dan Masyarakat BEM FKP. Mengusung tema "Melangkah Bersama, Berdampak Bersama", kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama dua hari di Gampong Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Rahmad Setiawan, bersama Ketua Departemen Sosial dan Masyarakat BEM FKP, Muhammad Rifqi. Selama dua hari, mahasiswa FKP melaksanakan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Gampong Lambadeuk. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sosialisasi mitigasi bencana kepada siswa sekolah dasar, dilanjutkan dengan pelatihan pemilahan sampah. Mahasiswa juga mengadakan kelas praktikum sederhana berupa pembuatan es krim menggunakan garam. Kegiatan ini dikemas secara interaktif agar anak-anak dapat belajar sains melalui praktik langsung dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan.

Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove, gotong royong bersih masjid, serta Saweu Gampong. Penanaman mangrove di kawasan pesisir Lambadeuk memberi manfaat langsung bagi ketahanan lingkungan desa, mengingat mangrove berperan sebagai penahan abrasi dan pelindung garis pantai sekaligus habitat biota laut yang menopang kehidupan nelayan setempat. Melalui kegiatan tersebut, SIDAK turut berkontribusi terhadap SDGs 14 (Ekosistem Laut), khususnya dalam meningkatkan kepedulian dan aksi nyata terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Bagi masyarakat yang kehidupannya berkaitan dengan sumber daya pesisir dan laut, menjaga ekosistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, yang sejalan dengan semangat SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan).

Sementara itu, Saweu Gampong menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendengar langsung keresahan, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat pesisir mulai dari persoalan lingkungan hingga ekonomi nelayan sehingga program yang dijalankan benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya inisiatif dari kampus.

Ketua Departemen Sosial dan Masyarakat, Muhammad Rifqi, menyampaikan bahwa SIDAK merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa FKP terhadap masyarakat.

"Kegiatan Singgah Desa Sejenak atau SIDAK merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan terhadap masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya sekadar program kerja organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat, memahami persoalan yang ada di lapangan, serta memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas dan keilmuan yang dimiliki," ujarnya Minggu 27 September 2026.

Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala 2026, Mhd Luthfi Al Bukhary Tarigan, menegaskan bahwa SIDAK lahir dari komitmen BEM FKP untuk terus menghadirkan mahasiswa di tengah masyarakat pesisir. Melalui tema Melangkah Bersama, Berdampak Bersama, kami ingin menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh berhenti pada ruang kelas semata, tetapi harus mampu hadir, mendengar, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari denyut kehidupan kelautan dan perikanan Aceh," ujar Luthfi.

Ia juga berharap SIDAK Chapter 2 ini menjadi awal untuk terus melangkah bersama, agar setiap langkah kita membawa dampak yang nyata bagi masyarakat pesisir," tambahnya.

Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi antara BEM FKP, Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, aparatur Gampong Lambadeuk, serta masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Pelaksanaan SIDAK FKP, USK Chapter 2 Tahun 2026 turut menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Maritim Nasional dan dalam rangka menyemarakkan Milad Universitas Syiah Kuala ke-65.

Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Haekal Azief Haridhi, S.Kel., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga laut, pesisir, dan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Dekan FKP menyampaikan apresiasi kepada BEM FKP yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan ini, serta mengucapkan terima kasih kepada Geuchik Gampong Lambadeuk, beserta seluruh masyarakat yang telah menyambut dan mendukung kehadiran mahasiswa.

"Saya berharap hubungan antara Fakultas Kelautan dan Perikanan dengan masyarakat Gampong tidak berhenti setelah kegiatan SIDAK ini selesai. Semoga kegiatan ini dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih baik, kolaborasi yang berkelanjutan, dan kontribusi yang semakin nyata bagi masyarakat pesisir," ungkap nya.

Melalui kegiatan ini, BEM FKP USK tidak hanya mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap pendidikan, ketahanan masyarakat, pelestarian ekosistem pesisir, dan kemitraan berkelanjutan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....