Gemini Omni 1.1 Flash Bisa Lanjutkan Adegan Video hingga 40 Detik

  • 31 Agt 2026 22:06 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh- Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin berkembang dalam proses pembuatan dan penyuntingan video. Google memperkenalkan Gemini Omni 1.1 Flash dengan kemampuan melanjutkan adegan video yang sudah dibuat hingga akumulasi tambahan 40 detik.

Google mengumumkan model tersebut pada 27 Agustus 2026 sebagai pembaruan untuk pengembangan video generatif. Gemini Omni 1.1 Flash memungkinkan pengembang membuat, mengedit, dan mengembangkan video dengan kontrol yang lebih terarah.

Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah scene extension, yakni melanjutkan sebuah video dari bagian terakhir untuk menghasilkan adegan berikutnya. Dalam proses tersebut, model dapat menggunakan hingga 10 detik konteks dari video sebelumnya sebagai acuan.

Pengembang dapat melakukan perluasan video secara bertahap. Setiap proses dapat menambahkan video hingga 10 detik, dengan akumulasi tambahan adegan mencapai 40 detik. Menurut Google, kemampuan tersebut dirancang untuk membantu menjaga kesinambungan visual dan alur adegan.

Selain melanjutkan adegan, Gemini Omni 1.1 Flash juga menyediakan kemampuan menghubungkan frame awal dan frame akhir untuk menghasilkan transisi video. Pengguna dapat menentukan kedua kondisi visual tersebut, kemudian model menghasilkan pergerakan di antara keduanya sesuai instruksi.

Untuk kebutuhan produksi, Google menyediakan pilihan resolusi hingga 4K. Pengembang juga dapat menggunakan resolusi 360p untuk tahap awal seperti membuat prototipe atau menguji konsep sebelum menghasilkan versi dengan resolusi lebih tinggi.

Gemini Omni 1.1 Flash juga memberikan kontrol yang lebih rinci terhadap elemen video, termasuk pergerakan kamera, sudut pandang, pencahayaan, dan komposisi adegan. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu pengembang membangun alur kerja video generatif dan berbagai perangkat kreatif.

Saat ini Gemini Omni 1.1 Flash tersedia bagi pengembang melalui Gemini API dan Google AI Studio. Google juga menyediakan akses melalui sejumlah layanan lain dengan ketersediaan yang bergantung pada produk dan jenis pengguna.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi video generatif mulai bergerak dari sekadar membuat klip berdasarkan perintah menjadi alat yang dapat membantu mengembangkan rangkaian adegan dan melakukan penyuntingan secara lebih terarah.

Meski demikian, hasil video yang dibuat AI tetap perlu diperiksa dan disunting sebelum digunakan atau dipublikasikan, terutama untuk memastikan kesesuaian visual, konteks, dan informasi di dalamnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....