Kenali Deepfake, ketika Video dan Suara Bisa Terlihat Seperti Asli
- 26 Agt 2026 18:02 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perkembangan kecerdasan artifisial atau AI membuat pembuatan gambar, suara dan video sintetis semakin mudah. Di tengah perkembangan tersebut, masyarakat juga perlu mengenali risiko deepfake, yakni konten yang dimanipulasi atau dibuat menggunakan teknologi AI sehingga seseorang seolah-olah mengatakan atau melakukan sesuatu.
Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi menyebut penyalahgunaan AI melalui teknologi deepfake menjadi salah satu tantangan etis dan keamanan digital yang perlu diantisipasi.
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan teknologi saat ini memungkinkan suara dan wajah seseorang ditiru dan ditampilkan dalam bentuk video deepfake dengan hasil yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.
Ancaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan informasi palsu. Komdigi juga menyoroti penggunaan AI untuk meningkatkan kompleksitas penipuan digital.
Dalam siaran pers Juli 2026, Komdigi mengingatkan bahwa konten sintetis dan deepfake semakin sulit dibedakan dari konten asli. Karena itu, masyarakat didorong untuk memeriksa sumber dan asal-usul konten sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Salah satu persoalan yang membuat deepfake berbahaya adalah kecenderungan pengguna mempercayai sesuatu hanya karena melihat atau mendengarnya secara langsung. Padahal, tampilan video maupun suara tidak selalu menjadi bukti bahwa informasi tersebut autentik.
Komdigi menilai literasi digital perlu berkembang dari sekadar kemampuan menggunakan perangkat menjadi kemampuan memahami informasi, mengenali disinformasi dan bersikap kritis terhadap konten digital.
Karena itu, ketika menemukan video yang mengejutkan atau pernyataan kontroversial dari seseorang di media sosial, masyarakat sebaiknya tidak langsung membagikannya.
Periksa siapa yang pertama kali mengunggah, cari sumber pembanding, perhatikan konteks video dan lihat apakah informasi serupa diberitakan oleh sumber terpercaya.
Di era AI, kemampuan membedakan informasi asli dan manipulasi digital semakin penting. Bukan karena semua konten yang terlihat sempurna adalah palsu, tetapi karena teknologi kini memungkinkan konten palsu dibuat semakin meyakinkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....