WhatsApp Siapkan Senjata Baru Lawan Scammer, Berbasis AI
- 14 Agt 2026 15:45 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Jakarta – Meta tengah mengembangkan fitur keamanan baru di WhatsApp yang ditujukan untuk membantu pengguna mengenali pesan penipuan digital. Fitur bernama Scam Alert tersebut kini memasuki tahap pengujian beta secara terbatas.
Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin yang dijalankan langsung pada perangkat pengguna. Sistem dirancang untuk mengenali pola tertentu yang umum ditemukan dalam komunikasi penipuan.
Menurut laporan CNET, Kamis 13 Agustus 2026 menyebut Scam Alert akan bekerja dengan menganalisis pesan teks yang masuk dari nomor atau pengirim yang belum dikenal. Sistem kemudian mencari indikasi komunikasi mencurigakan yang dapat mengarah pada upaya penipuan.
Sejumlah pola yang menjadi perhatian antara lain permintaan informasi pribadi, penggunaan bahasa yang mendesak korban untuk segera bertindak, serta pola komunikasi yang sengaja digunakan untuk membangun kepercayaan.
Teknik tersebut termasuk modus love scamming, ketika pelaku membangun hubungan emosional dengan korban sebelum akhirnya meminta uang, data pribadi, atau bantuan tertentu.
Apabila sistem mendeteksi indikasi penipuan, WhatsApp akan memberikan peringatan kepada penerima pesan. Pengguna kemudian memiliki beberapa pilihan untuk menindaklanjutinya, mulai dari memblokir pengirim, melaporkan percakapan, mengabaikan peringatan, hingga menandai pengirim sebagai pihak yang dipercaya.
Jika pengguna memilih mempercayai pengirim, tanda peringatan akan dihapus dan pemberitahuan serupa tidak lagi ditampilkan untuk percakapan tersebut.
Untuk menggunakan Scam Alert, pengguna nantinya perlu mengaktifkan fitur tersebut melalui menu pengaturan WhatsApp. Setelah diaktifkan, model AI akan diunduh ke perangkat dan bekerja di latar belakang untuk membantu mengidentifikasi pola pesan yang berpotensi merupakan penipuan.
Meta menyatakan pendekatan pemrosesan di perangkat tersebut dirancang untuk menjaga privasi pengguna. Perusahaan menegaskan data percakapan yang dianalisis AI tidak akan dibagikan kepada WhatsApp, Meta, maupun pihak lain.
Dalam pengembangan model AI, WhatsApp juga menyiapkan mekanisme umpan balik dari pengguna. Pengguna dapat memilih secara sukarela untuk membagikan lima pesan terakhir dari pengirim yang mereka percaya kepada WhatsApp.
Data tersebut dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan model dalam membedakan komunikasi sehari-hari dengan pesan yang mengandung pola penipuan. Namun, proses berbagi pesan tersebut tidak dilakukan secara otomatis dan memerlukan persetujuan pengguna.
Meta hingga kini masih menguji Scam Alert dalam jumlah pengguna terbatas. Perusahaan belum memberikan kepastian mengenai kapan fitur tersebut akan tersedia secara luas bagi seluruh pengguna WhatsApp.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....