Poltekkes Kemenkes Aceh Integrasikan Inovasi Persalinan Model Syariah
- 13 Agt 2026 23:22 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Aceh menggelar Workshop Integrasi Persalinan Model Syariah (PMS), ke dalam Kurikulum Pendidikan Kebidanan Berbasis Outcome-Based Education (OBE), di Poltekkes setempat, pada 12 - 14 Agustus 2026. Kegiatan diikuti 28 dosen pengampu mata kuliah dari Prodi DIII dan Sarjana Terapan Kebidanan, dari kampus utama maupun Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Workshop merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh yang dilaksanakan oleh Lilis Suryani, Sulastri dan Irnawati, dengan dukungan pendanaan Simlitabkes Kementerian Kesehatan RI Tahun 2026.
Persalinan Model Syariah adalah inovasi pelayanan kebidanan yang dikembangkan Sulastri dan Lilis Suryani pada tahun 2016, dan diimplementasikan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sejak 2017, serta meraih Anugerah Inovasi Aceh 2023. Inovasi tersebut mengintegrasikan praktik kebidanan berbasis bukti, dengan pemenuhan kebutuhan spiritual ibu selama proses persalinan melalui pelayanan yang aman, nyaman, bermartabat, menjaga privasi dan aurat, serta sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh, Abdurrahman berharap workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan kebidanan yang berkarakter Islami, sekaligus membuka peluang untuk mendiseminasikan dan mereplikasi integrasi Persalinan Model Syariah pada institusi pendidikan kebidanan lainnya di Aceh. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Poltekkes Kemenkes Aceh, yaitu “Menjadi Institusi Pendidikan Kesehatan yang Unggul, Berkarakter Islami, dan Berdaya Saing Global Tahun 2034.”
“Kami berharap Persalinan Model Syariah tidak berhenti sebagai inovasi dalam pelayanan kebidanan, tetapi dapat ditransformasikan menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembelajaran kebidanan. Dengan demikian, calon bidan tidak hanya memiliki kompetensi klinis dan berbasis bukti, tetapi juga mampu memberikan asuhan yang menghormati martabat perempuan, memperhatikan aspek spiritual, serta selaras dengan nilai-nilai Islam dan kebutuhan masyarakat Aceh,” ujar Dr. Abdurrahman.
Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh, Cut Nurhasanah mengatakan integrasi Persalinan Model Syariah ke dalam kurikulum merupakan langkah strategis untuk memperkuat karakter lulusan sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kebidanan di Aceh.
“Workshop ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan pengembangan pendidikan kebidanan di Aceh yang tidak hanya menekankan kompetensi klinis, tetapi juga perlu memperhatikan nilai-nilai Islam, aspek spiritual, budaya, serta prinsip pelayanan kesehatan masyarakat yang berpusat pada perempuan,” jelasnya, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Workshop menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keahlian untuk memperkuat perspektif akademik, syariah, pelayanan kesehatan, dan pengembangan kurikulum. Prof. Mustanir, Guru Besar FMIPA USK, memberikan materi mengenai “Urgensi Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Visi, Misi dan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi”. Sementara itu, Prof. Muhammad Yasir Yusuf, Guru Besar UIN Arraniry dan Dewan Pakar Syariah RSUDZA, menyampaikan materi “Regulasi dan Prinsip Syariah dalam Pelayanan Kesehatan dan Praktik Kebidanan”.
Pengembang PMS, Sulastri dan Lilis Suryani memaparkan materi mengenai konsep, filosofi, inovasi, serta implementasi Persalinan Model Syariah. Selanjutnya dr. Isra Firmansyah sebagai Project Leader dan memiliki pengalaman dalam implementasi PMS di rumah sakit, memaparkan tentang “Strategi Implementasi dan Diseminasi Persalinan Model Syariah dalam Pelayanan Kebidanan di Rumah Sakit”.
Sementara itu, Ferinadari Poltekkes Kemenkes Bandung memberikan penguatan mengenai “Strategi Integrasi Persalinan Model Syariah ke dalam Kurikulum Pendidikan Kebidanan Berbasis OBE”.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....