FKP USK Kembangkan Pembesaran Tiram Berbasis Probiotik

  • 05 Agt 2026 20:13 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh- Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) Tahun 2026 yang didanai oleh PTNBH Universitas Syiah Kuala melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengembangan Teknologi

Pembesaran Tiram Berbasis Probiotik sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kelompok Mangrove GERBANG Desa Lamnga, Aceh Besar.”

Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Nurfadillah, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala. Program ini merupakan bagian dari komitmen USK dalam mengembangkan inovasi teknologi tepat guna yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas usaha berbasis sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Desa Lamnga memiliki potensi kawasan mangrove yang mendukung pertumbuhan tiram sebagai salah satu komoditas bernilai ekonomi tinggi. Namun demikian, produktivitas usaha pembesaran tiram yang dikelola masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya tingkat pertumbuhan, kualitas lingkungan budidaya yang belum optimal, serta keterbatasan penerapan teknologi budidaya yang ramah lingkungan. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya hasil produksi maupun pendapatan kelompok masyarakat.

Melalui program PKMBP-TTG ini, tim pengabdian memperkenalkan teknologi pembesaran tiram berbasis probiotik sebagai inovasi untuk meningkatkan kualitas media budidaya, mempercepat pertumbuhan tiram, serta mendukung kesehatan organisme budidaya secara alami. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, sehingga lebih aman bagi lingkungan dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan teknis pembesaran tiram berbasis probiotik, demonstrasi penggunaan teknologi, pendampingan penerapan di lapangan, serta monitoring dan evaluasi keberhasilan program bersama anggota Kelompok Mangrove GERBANG Desa Lamnga. Selain meningkatkan kapasitas teknis masyarakat, kegiatan ini juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok agar mampu mengembangkan usaha budidaya secara mandiri dan berkelanjutan.

Dr. Nurfadillah menjelaskan pemanfaatan teknologi tepat guna berbasis probiotik merupakan salah satu solusi yang dapat meningkatkan produktivitas budidaya tiram tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan hasil produksi, tetapi juga dari meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam mengelola usaha budidaya berbasis potensi lokal.

Melalui inovasi ini, kami berharap masyarakat dapat mengembangkan budidaya tiram secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya Rabu 5 Agustus 2026.

Program ini juga menjadi wujud implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui hilirisasi hasil penelitian menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan kelompok masyarakat diharapkan mampu mempercepat adopsi inovasi serta menciptakan model pemberdayaan ekonomi berbasis potensi sumber daya pesisir.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui inovasi teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan di Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....