Digitalisasi Posyandu Jadi Solusi Pemantauan Stunting Berbasis Teknologi
- 04 Agt 2026 11:59 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya melalui digitalisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Hal ini disampaikan Ns. Zulkarnaini, S.Kep., M.Kep selaku Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala, dalam dialog Beranda Asta Cita bersama Pro1 RRI Banda Aceh, Selasa 4 Agustus 2026.
“Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pencatatan data serta mempercepat upaya pencegahan dan penanganan stunting pada balita, serta Digitalisasi Posyandu Jadi Solusi Pemantauan Stunting Berbasis Teknologi Modern,” ujarnya
Ia mengatakan, digitalisasi Posyandu memberikan kemudahan bagi kader kesehatan dalam mencatat dan memantau data ibu hamil, bayi, serta balita secara lebih cepat dan terintegrasi. Melalui sistem digital, riwayat pertumbuhan anak dapat terdokumentasi dengan baik sehingga potensi gangguan pertumbuhan dapat dideteksi lebih dini.
"Teknologi bukan untuk menggantikan peran kader Posyandu, tetapi menjadi alat yang membantu agar pelayanan lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran. Data yang terdokumentasi dengan baik akan memudahkan pengambilan keputusan dalam upaya pencegahan stunting," katanya.
Menurutnya, pencatatan digital juga mengurangi risiko kesalahan administrasi yang selama ini masih dijumpai pada sistem manual. Selain itu, tenaga kesehatan dapat memantau perkembangan status gizi balita secara berkala dan melakukan tindak lanjut apabila ditemukan indikasi masalah pertumbuhan.
Ia menjelaskan, keberhasilan digitalisasi Posyandu tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan bagi kader Posyandu, dukungan pemerintah, serta penyediaan akses internet yang memadai menjadi faktor penting agar sistem dapat berjalan secara optimal.
"Transformasi digital harus dibarengi dengan peningkatan literasi digital kader dan masyarakat. Dengan begitu, teknologi benar-benar memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa maupun gampong," jelasnya.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Data yang akurat melalui sistem digital dinilai dapat menjadi dasar penyusunan program intervensi yang lebih tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....