Buku Fisik Tetap Punya Tempat di Tengah Gempuran Digital

  • 31 Jul 2026 19:02 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Akses informasi lewat gawai kini serba cepat dan mudah. Meski begitu, buku fisik belum kehilangan peminatnya. Bagi banyak pembaca, buku cetak menawarkan pengalaman yang tidak bisa digantikan versi digital, dan tetap berperan penting dalam menjaga budaya literasi.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menjelaskan, literasi hari ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca teks. Literasi juga mencakup kemampuan memahami isi informasi, memilah fakta dari opini, serta menggunakan informasi itu secara tepat. Di tengah banjir informasi digital, buku dinilai membantu pembaca menyerap pengetahuan secara lebih menyeluruh.

Perpusnas menyebut, buku memberi ruang untuk argumen yang lebih dalam, konteks yang utuh, dan kesempatan berpikir tanpa gangguan notifikasi atau konten singkat khas media sosial. Karena itu, buku cetak dianggap masih relevan sebagai bahan belajar maupun bacaan pengembangan diri.

Kebiasaan membaca buku fisik juga dinilai melatih fokus. Berbeda dari membaca lewat gawai yang rawan terputus notifikasi, buku cetak memberi ruang konsentrasi penuh sehingga isi bacaan lebih mudah dipahami.

Namun, Perpusnas menegaskan buku fisik dan buku digital bukan dua pilihan yang saling menggantikan. Keduanya justru saling melengkapi, tergantung kebutuhan pembaca. Saat ini Perpusnas terus memperluas akses bacaan, baik lewat koleksi cetak maupun layanan digital seperti iPusnas, agar masyarakat lebih mudah mengakses bahan bacaan kapan pun dan di mana pun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....