Kenali Arti Kode Plastik pada Kemasan Minuman

  • 31 Jul 2026 19:36 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Pernahkah Anda memperhatikan simbol segitiga dengan angka di bagian bawah botol atau kemasan minuman? Banyak orang mengira angka tersebut menunjukkan tingkat keamanan plastik. Padahal, angka itu merupakan kode identifikasi jenis resin plastik yang digunakan sebagai acuan proses daur ulang.

Kode 1 (PET atau PETE) umumnya digunakan pada botol air mineral dan minuman ringan. Plastik ini dirancang untuk penggunaan sekali pakai dan banyak didaur ulang.

Kode 2 (HDPE) banyak ditemukan pada botol susu, galon tertentu, atau wadah cairan rumah tangga. Jenis ini dikenal memiliki daya tahan yang baik dan relatif mudah didaur ulang.

Kode 3 (PVC) lebih sering digunakan untuk pipa atau material bangunan, sedangkan kode 4 (LDPE) lazim dijumpai pada kantong plastik atau plastik pembungkus.

Selanjutnya, kode 5 (PP/Polypropylene) banyak digunakan pada wadah makanan, gelas minuman, maupun tutup botol karena memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu panas.

Adapun kode 6 (PS/Polystyrene) digunakan pada gelas busa atau wadah makanan tertentu, sementara kode 7 (Other) mencakup berbagai jenis plastik lain, termasuk polikarbonat dan material campuran.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa keamanan kemasan pangan tidak hanya ditentukan oleh jenis plastiknya, tetapi juga harus memenuhi persyaratan keamanan pangan dan digunakan sesuai peruntukannya. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap kemasan pangan, termasuk batas migrasi senyawa tertentu seperti Bisfenol A (BPA) pada kemasan polikarbonat.

Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan kemasan sesuai petunjuk pemakaian, menghindari penggunaan berulang pada kemasan sekali pakai, serta mendukung upaya daur ulang dengan memilah sampah berdasarkan jenis plastiknya.

Dengan memahami arti kode plastik, konsumen tidak hanya lebih bijak memilih kemasan minuman, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan dan mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....