Sebanyak 56 Jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Terindeks Scopus

  • 22 Jul 2026 20:41 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Jakarta - Prestasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam pengelolaan jurnal ilmiah, kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil pengolahan data Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung per Juni 2026, tercatat sebanyak 56 jurnal PTKIN telah terindeks Scopus yang berasal dari 31 PTKIN, dengan 50 jurnal di antaranya telah masuk dalam basis data SCImago Journal Rank (SJR). Dari jumlah tersebut, 39 jurnal (78 persen) telah menempati kuartil tertinggi (Q1), menunjukkan kualitas publikasi ilmiah PTKIN yang semakin diakui di tingkat internasional.

Dalam pemeringkatan tersebut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi pertama dengan 8 jurnal terindeks Scopus, disusul UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan 5 jurnal. Posisi berikutnya ditempati UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang masing-masing memiliki 4 jurnal, kemudian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan 3 jurnal. Sementara itu, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Walisongo Semarang masing-masing memiliki 2 jurnal terindeks Scopus.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amin Suyitno menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari transformasi pendidikan tinggi Islam yang terus didorong Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, penguatan riset dan publikasi internasional menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan PTKIN sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Pihaknya turut mengajak seluruh pimpinan PTKIN untuk menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional.

“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi PTKIN berjalan pada jalur yang tepat. Kita ingin perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pusat produksi ilmu pengetahuan yang diakui dunia. Oleh karena itu, budaya riset, inovasi, dan publikasi bereputasi internasional harus terus diperkuat di seluruh PTKIN,” ujar Prof. Suyitno di Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Sahiron, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah jurnal bereputasi internasional merupakan indikator penting bahwa budaya akademik dan riset di lingkungan PTKIN terus berkembang secara signifikan.

“Prestasi ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi mencerminkan semakin kuatnya budaya mutu, integritas akademik, dan tata kelola jurnal ilmiah di PTKIN. Keberhasilan jurnal-jurnal PTKIN menembus indeks Scopus dan mendominasi kategori Q1 menunjukkan bahwa karya ilmiah sivitas akademika PTKIN semakin dipercaya dan diperhitungkan oleh komunitas akademik dunia,” ungkap Prof. Sahiron.

Direktorat PTKI akan terus memperkuat ekosistem riset melalui peningkatan kapasitas pengelola jurnal, penguatan kolaborasi internasional, peningkatan kualitas artikel ilmiah, serta pendampingan berkelanjutan bagi jurnal-jurnal yang sedang menuju indeksasi global.

Capaian ini semakin menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam melalui pengembangan ekosistem riset, publikasi ilmiah bereputasi, serta tata kelola jurnal yang profesional. Dengan semakin banyaknya jurnal PTKIN yang diakui di tingkat internasional, diharapkan kontribusi akademik Indonesia terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dunia akan terus meningkat, sekaligus memperkuat posisi PTKIN sebagai pusat keunggulan keilmuan Islam yang unggul, inklusif, dan bereputasi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....