Era Ai, Kreativitas Manusia Tetap Dibutuhkan
- 14 Jul 2026 14:43 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai mampu mempercepat berbagai pekerjaan teknis di industri kreatif. Namun, unsur kreativitas, emosi, dan nilai artistik tetap menjadi keunggulan yang hingga kini belum dapat digantikan oleh teknologi.
Dekan FMIPA USK sekaligus Pakar Ai dan Teknologi Digital, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech, mengatakan AI sangat membantu menyelesaikan pekerjaan teknis, mulai dari penyuntingan foto hingga video melalui prompting yang tepat. Teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat proses produksi konten digital.
| Baca juga: USK Lestarikan Budaya lewat Desain Inklusif |
"AI sangat baik membantu hal-hal yang teknis digital. Misalnya untuk editing video, dengan prompting yang baik itu bisa dibantu oleh AI. Tapi dalam industri kreatif masih ada rasa dan emosi yang belum bisa digantikan oleh AI," ujar Prof. Taufik dalam Talkshow bersama RRI Banda Aceh tentang Ai dan Industri Kreatif, Peluang Karir Anak Muda, Rabu 8 Juli 2026.
Menurutnya, generasi muda tidak perlu khawatir kehilangan peran di tengah pesatnya perkembangan AI. Justru, kemampuan berpikir kreatif dan menjadi kurator karya akan semakin dibutuhkan untuk menghasilkan konten yang memiliki makna dan nilai tambah.
"Tidak perlu khawatir. Keahlian anak-anak muda ada di sisi menjadi kurator. Untuk hal teknis biarkan AI mempercepat penyelesaiannya, tetapi soul-nya tetap ada di sisi manusia," tegas Prof. Taufik.
Ia berharap masyarakat, khususnya kalangan muda, dapat memanfaatkan AI sebagai mitra kerja, bukan sebagai ancaman. Dengan memadukan kecanggihan teknologi dan kreativitas manusia, industri kreatif diyakini akan terus berkembang dan mampu menghasilkan karya yang lebih inovatif serta bernilai tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....