Startup Digital Buka Peluang Arsitek Muda

  • 13 Jul 2026 16:46 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ekosistem startup dinilai dapat menjadi jalan baru bagi arsitek untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Wakil Ketua Arsitek Muda Aceh (AMA), Ar. Ferian Yavis Pradika, M.Ars., IAI menyebutkan, Arsitek muda dituntut tidak hanya mahir merancang bangunan, tetapi juga memahami strategi bisnis dan teknologi digital agar mampu bersaing di pasar global.

Ferian mengatakan, hingga kini pelatihan strategi pitching dan pengembangan startup di kalangan arsitek masih terbatas. Karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mulai mendorong integrasi antara profesi arsitek dengan dunia startup melalui berbagai program pelatihan.

"Khususnya di ranah arsitektur sampai saat ini masih terpisah dengan ranah pitching dan startup. Sekarang perkembangan teknologi mengharuskan kita lari ke digital. Kemarin kami juga dilatih bagaimana shifting dari arsitek menuju startup. Realitanya memang belum banyak, padahal peluangnya sangat besar," ungkap Ferian dalam dialog Beranda Asta Cita Ekonomi Digital RRI Banda Aceh, Jum’at 10 Juli 2026.

Ia menilai tantangan terbesar bukan pada kemampuan teknis menggambar, melainkan perubahan pola pikir. Seorang Arsitek, lanjutnya, perlu memahami manajemen, pemasaran, hingga membangun branding, karena aspek tersebut belum diajarkan secara maksimal dalam pendidikan formal.

Ferian berharap komunitas dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperkuat ekosistem pembinaan bagi arsitek muda. “Keberanian keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan teknologi digital tentu akan membuka pasar yang lebih luas serta meningkatkan daya saing arsitek kita di tingkat internasional,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....