Arsitek Aceh Dorong Konsep Bernilai Global
- 13 Jul 2026 13:55 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tren arsitektur dunia terus mengalami perubahan. Jika selama ini bangunan dinilai dari bentuk fisiknya, kini klien internasional justru lebih menghargai konsep, kualitas ruang, dan kekuatan ide yang melatarbelakangi sebuah desain. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Arsitek Muda Aceh (AMA), Ar. Ferian Yavis Pradika, M.Ars., IAI dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jum’at 10 Juli 2026.
Ferian menjelaskan, tren arsitektur global telah bergeser ke arah gagasan dan pengalaman ruang. Menurutnya, klien luar negeri tidak hanya menilai bangunan dari sisi fungsi, tetapi juga dari bagaimana sebuah ruang mampu menghadirkan kenyamanan dan pengalaman bagi penggunanya.
"Mereka itu trennya lebih mengedepankan konsep atau ide. Definisi arsitektur bagi dunia adalah kualitas ruang. Jadi bukan cuma sekadar tempat tidur, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan ruang yang memberikan pengalaman terbaik," ungkapnya.
Ia menambahkan, arsitek juga harus menunjukkan portofolio yang konsisten antara desain dan hasil akhir pembangunan. Selain itu, di era digital penyajian visual menjadi faktor penting melalui killer image, yakni satu gambar yang mampu menggambarkan keseluruhan konsep tanpa bergantung pada penjelasan panjang.
Menurut Ferian, pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi agar arsitek Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. “Saya berharap para arsitek muda terus mengembangkan kemampuan konseptual, memperkuat portofolio, dan memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan karya kepada klien global,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....