USK Lestarikan Budaya lewat Desain Inklusif
- 11 Jul 2026 10:34 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ornamen khas Aceh dinilai dapat menjadi identitas baru dalam produk kreatif jika dikemas mengikuti perkembangan zaman. Dosen Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK), Zulfikar Taqiuddin, S.Sn., M.T, mengajak generasi muda untuk kembali mengenal budaya Aceh melalui desain inklusif.
Menurut Zulfikar, banyak generasi muda mulai meninggalkan budaya lokal karena lebih tertarik pada tren modern. Karena itu, ia memanfaatkan pendekatan kreatif melalui siswa SLB untuk memperkenalkan kembali ornamen khas Aceh dalam desain yang lebih kekinian.
"Intinya anak muda sekarang sudah banyak melupakan tradisi. Lewat mereka saya ingin mengajak bukan hanya anak-anak SLB, tetapi juga generasi muda lainnya. Dengan pendekatan ini kami ingin mengenalkan ornamentasi Aceh dalam konsep modern sehingga budaya lokal tetap relevan di era sekarang," kata Zulfikar saat diwawancarai RRI Banda Aceh, Minggu 5 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kemampuan siswa disabilitas dalam melukis, menggambar, membatik, dan menjahit diarahkan menjadi suvenir sederhana berciri khas Aceh. Motif seperti pucuk rebung dan ornamen rumah adat dipilih karena mudah dikenali tanpa menghilangkan identitas budaya daerah.
Zulfikar menilai karya tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi media edukasi budaya. “Melalui proses kreatif itu, siswa diharapkan semakin mengenal keragaman budaya Aceh sekaligus menghasilkan produk yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan yang dating,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....