Spons Cuci Piring Lepaskan Mikroplastik, Ancam Lingkungan Setiap Hari

  • 30 Jun 2026 20:41 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Spons cuci piring yang digunakan hampir setiap hari ternyata menyimpan persoalan yang jarang disadari. Penelitian terbaru mengungkap bahwa gesekan saat mencuci peralatan dapur dapat melepaskan mikroplastik ke saluran air, menjadikan aktivitas sederhana di rumah ikut berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Advances dilakukan oleh tim peneliti dari Jerman, Belanda, Kanada, dan Amerika Serikat dengan menggabungkan eksperimen laboratorium serta partisipasi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, para peneliti mengukur seberapa banyak material spons yang terkikis selama digunakan dan menghitung dampaknya terhadap ekosistem.

Hasil penelitian menunjukkan seluruh jenis spons yang diuji mengalami abrasi sehingga melepaskan partikel plastik ke air limbah. Spons konvensional dengan kandungan plastik 59,3 persen menghasilkan pelepasan mikroplastik tertinggi, yakni sekitar 4,212 gram per orang setiap tahun, sedangkan spons berlabel organik dengan kandungan plastik hanya 15,9 persen melepaskan sekitar 0,682 gram per orang per tahun.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kandungan plastik dalam spons sangat memengaruhi jumlah mikroplastik yang terlepas selama masa pemakaian. Semakin sedikit komposisi plastik yang digunakan dalam produk, semakin kecil pula potensi pencemaran yang ditimbulkan ke lingkungan.

Jika hasil penelitian itu diterapkan dalam skala nasional, pelepasan mikroplastik dari spons cuci piring diperkirakan mencapai 355,1 ton per tahun apabila seluruh masyarakat menggunakan spons konvensional. Sebagian besar memang tertahan di instalasi pengolahan air limbah, tetapi sisanya tetap berpotensi mengalir ke sungai atau terbawa bersama lumpur limbah menuju lahan pertanian.

Menariknya, analisis Life Cycle Assessment menunjukkan bahwa mikroplastik bukan menjadi penyumbang terbesar terhadap kerusakan lingkungan dari aktivitas mencuci piring. Justru penggunaan air selama proses pencucian manual menyumbang lebih dari 85 persen total dampak terhadap kualitas ekosistem, jauh melampaui kontribusi dari abrasi spons itu sendiri.

Peneliti menilai pengurangan kandungan plastik pada spons tetap menjadi langkah penting untuk menekan sumber mikroplastik dari rumah tangga. Selain memilih produk dengan kandungan plastik lebih rendah, penggunaan air dengan efisien saat mencuci piring juga dinilai mampu memberikan manfaat lingkungan yang jauh lebih besar.

Penelitian ini menegaskan bahwa sumber mikroplastik tidak hanya berasal dari industri atau sampah plastik berukuran besar, tetapi juga dari peralatan rumah tangga yang digunakan setiap hari. Temuan ini menjadi pengingat bahwa perubahan kecil dalam memilih produk dan mengubah kebiasaan di dapur dapat menjadi bagian mengurangi pencemaran mikroplastik di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....