Olahraga HIIT Efektif Menjaga Massa Otot Lansia Sehat Lebih Optimal
- 30 Jun 2026 20:34 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda lanjut, tubuh tidak hanya mengalami penurunan kekuatan fisik, tetapi juga perubahan komposisi tubuh yang ditandai dengan meningkatnya lemak dan berkurangnya massa otot. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko penyakit kronis seperti gangguan jantung, diabetes, hingga kanker apabila tidak diimbangi dengan gaya hidup aktif.
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Maturitas mengungkap bahwa jenis dan intensitas olahraga ternyata memberikan hasil yang berbeda terhadap komposisi tubuh lansia sehat. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa latihan interval intensitas tinggi atau High-Intensity Interval Training (HIIT) memberikan manfaat lebih baik dibanding latihan aerobik intensitas sedang maupun rendah dalam menjaga massa otot sekaligus mengurangi lemak tubuh.
Penelitian melibatkan 123 orang berusia rata-rata 72 tahun yang menjalani program latihan selama enam bulan. Para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok, yakni latihan HIIT, latihan aerobik intensitas sedang (MICT), dan latihan intensitas rendah sebagai kelompok pembanding, dengan frekuensi latihan tiga kali setiap pekan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok HIIT dan MICT sama-sama mengalami penurunan massa lemak dibanding kelompok latihan ringan. Namun, hanya peserta yang menjalani HIIT mampu mempertahankan massa bebas lemak atau massa otot, sedangkan kelompok MICT justru mengalami penurunan massa otot selama periode penelitian.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena mempertahankan massa otot merupakan salah satu tantangan terbesar dalam proses penuaan. Massa otot yang tetap terjaga berperan penting dalam menjaga kekuatan tubuh, keseimbangan, kemampuan bergerak, hingga mempertahankan kemandirian lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain itu, latihan HIIT juga menjadi satu-satunya metode yang mampu menurunkan persentase lemak tubuh secara signifikan sepanjang enam bulan penelitian. Sementara itu, baik HIIT maupun latihan intensitas sedang sama-sama berhasil mengurangi lemak visceral, yaitu lemak yang menyelimuti organ-organ dalam dan berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit metabolik.
| Baca juga: UBBG Resmi Buka Prodi S2 Pendidikan Jasmani |
Menurut peneliti, keunggulan HIIT kemungkinan berasal dari tingginya intensitas kerja otot selama latihan sehingga merangsang pembentukan protein otot lebih baik dibanding latihan aerobik biasa. Di sisi lain, kebutuhan energi yang lebih besar selama maupun setelah latihan turut membantu meningkatkan pembakaran lemak tanpa harus mengorbankan jaringan otot.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa perubahan komposisi tubuh yang terjadi masih tergolong kecil sehingga belum memberikan dampak klinis yang besar bagi sebagian besar peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga saja belum tentu cukup untuk menghasilkan perubahan optimal apabila tidak dibarengi pola makan yang baik dan latihan kekuatan.
Penelitian juga menyarankan agar program kebugaran lansia tidak hanya berfokus pada latihan aerobik, tetapi dipadukan dengan latihan resistensi untuk membantu mempertahankan bahkan meningkatkan massa otot. Kombinasi tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat yang lebih besar dalam menjaga kesehatan tubuh selama proses penuaan.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga berintensitas tinggi dapat menjadi pilihan yang efektif bagi lansia sehat yang mampu melakukannya dengan aman. Dengan pengawasan yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, HIIT berpotensi menjadi strategi untuk membantu menjaga komposisi tubuh dan kualitas hidup di usia lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....