Penelitian Ungkap Penyebab Lemak Perut Bertambah Seiring Bertambahnya Usia
- 30 Jun 2026 19:28 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Lingkar pinggang yang semakin membesar sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Akan tetapi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan tersebut ternyata dipicu oleh mekanisme biologis yang jauh lebih kompleks daripada sekadar metabolisme yang melambat.
Tim peneliti dari City of Hope menemukan bahwa tubuh mulai membentuk jenis sel punca baru ketika memasuki usia paruh baya. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Science itu mengungkap sel tersebut berperan menghasilkan sel-sel lemak baru, terutama di area perut, sehingga meningkatkan penumpukan lemak meski berat badan tidak mengalami perubahan signifikan.
Selama ini para ilmuwan meyakini lemak perut bertambah karena sel lemak yang sudah ada terus membesar. Akan tetapi, riset terbaru menunjukkan jaringan lemak putih juga terus menciptakan sel lemak baru sehingga akumulasi lemak berlangsung lebih cepat seiring bertambahnya usia.
Melalui serangkaian percobaan pada tikus, peneliti menemukan bahwa sel punca lemak dari hewan yang lebih tua menghasilkan jauh lebih banyak sel lemak dibandingkan sel punca dari tikus muda. Hasil tersebut mengindikasikan kemampuan membentuk lemak telah melekat pada sel yang mengalami penuaan, bukan semata-mata dipengaruhi lingkungan tubuh.
Analisis lanjutan mengidentifikasi kemunculan sel baru yang dinamakan Committed Preadipocytes, Age-Specific (CP-As). Sel ini muncul ketika tubuh memasuki usia paruh baya dan memiliki kemampuan tinggi berkembang menjadi sel lemak, sementara prosesnya dikendalikan oleh jalur sinyal biologis bernama Leukemia Inhibitory Factor Receptor (LIFR).
Untuk memastikan temuan tersebut juga terjadi pada manusia, peneliti menganalisis sampel jaringan lemak dari berbagai kelompok usia menggunakan teknologi pengurutan RNA tingkat sel tunggal. Hasilnya menunjukkan sel yang menyerupai CP-As ditemukan lebih banyak pada individu usia paruh baya dan memiliki kemampuan serupa dalam menghasilkan sel lemak baru.
Penemuan ini membuka peluang baru dalam pengembangan terapi untuk mengatasi obesitas yang berkaitan dengan proses penuaan. Dengan menargetkan sel CP-As maupun jalur sinyal LIFR, para ilmuwan berharap dapat menemukan cara mengurangi penumpukan lemak perut sekaligus menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung pada usia lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....