Siswa MIN 6 Juara Robotik Internasional, Harumkan Nama Indonesia di Malaysia

  • 29 Jun 2026 22:29 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai penyambutan dua siswa MIN 6 Model Kota Banda Aceh yang sukses mengharumkan nama Indonesia pada ajang International Robotic Training and Competition (IRTC) 2026 di Johor, Malaysia. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Syafruddin, S.Ag., M.Si, menyambut langsung kepulangan para juara di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Senin 29 Juni 2026.

Penyambutan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, dalam hal ini diwakili oleh Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Aida Rina Elisiva, B.Acc., M.M., Kepala Bidang Penais Zawa H. Zulfikar, S.Ag., M.Ag, Pengawas Madrasah, serta perwakilan guru MIN 6 Model Kota Banda Aceh. Kedua siswa tiba bersama Kepala MIN 6 Model Kota Banda Aceh, Bukhari, beserta pelatih yang selama ini mendampingi mereka dalam kompetisi.

Pada ajang International Robotic Training and Competition (IRTC) 2026 yang berlangsung pada 26–30 Juni 2026 di Johor, Malaysia, kedua siswa berhasil meraih prestasi membanggakan. Khalil Mumtaze sukses meraih Juara I kategori Robot Sumo 1 Kg tingkat SD/MI, sementara Ghazi Almahrus berhasil meraih Juara I kategori Robot Soccer tingkat SD/MI. Kompetisi ini diikuti 108 peserta yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Indonesia, mempertemukan para talenta muda terbaik di bidang robotika.

Tidak hanya Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh juga kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui prestasi yang diraih perwakilan MAN 1 Pidie, yang turut membawa pulang gelar juara dan mengharumkan nama Aceh pada ajang bergengsi tersebut.

Kakankemenag Kota Banda Aceh, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian para siswa madrasah yang mampu bersaing di tingkat dunia. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pembinaan karakter dan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi.

“Keberhasilan ini merupakan kebanggaan bagi madrasah, Kementerian Agama, masyarakat Kota Banda Aceh, dan Aceh secara umum. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berinovasi, serta percaya diri bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Salman.

Ia berharap prestasi yang diraih menjadi pemacu semangat bagi seluruh madrasah untuk terus mengembangkan potensi peserta didik melalui pembelajaran berbasis sains, teknologi, dan inovasi, sejalan dengan penguatan karakter sebagai ciri khas pendidikan madrasah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....