Pameran PAKAR 2026 Rayakan Kreativitas Inklusif Anak Aceh
- 22 Jun 2026 17:51 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pameran Karya (PAKAR) 2026 sukses digelar selama dua hari, 20-21 Juni 2026, dengan menghadirkan ruang apresiasi bagi kreativitas dan ekspresi seni. Mengusung tema "Beyond The Canvas, Celebrating Every Color, Every Story", kegiatan yang digagas oleh Aceh Flexy School bersama Aceh Learning Society (ALS) ini berlangsung di Kampus 2 Aceh Flexi School, Meunasah Papeun, Aceh Besar.
Kegiatan yang terbuka untuk umum sejak pagi hingga malam hari itu menghadirkan beragam karya seni kontemporer yang lahir dari proses kreatif para siswa dan peserta workshop. Setiap karya menampilkan ekspresi emosi serta kisah yang berbeda dari para pembuatnya.
Tema "Beyond The Canvas" menjadi pesan utama pameran bahwa seni tidak hanya berbicara tentang hasil akhir, tetapi juga proses dan cerita yang menyertainya. Melalui karya-karya yang dipamerkan, keberagaman pengalaman dan perasaan para kreator menjadi bagian penting yang turut dirayakan.
Suasana pameran semakin hidup dengan hadirnya berbagai aktivitas interaktif yang dapat dinikmati pengunjung. Ruang galeri yang memajang lukisan dan produk art and craft, aksi live mural, serta Creative Art Corner menjadi daya tarik yang menyedot perhatian.
Tidak hanya seni visual, PAKAR 2026 juga menghadirkan bazar produk karya siswa yang menjadi sarana belajar kewirausahaan. Sejumlah penampilan di panggung, mulai dari stage act hingga pertunjukan tari, turut memeriahkan jalannya acara selama dua hari.
Proses lahirnya karya-karya tersebut dilakukan melalui pendampingan guru dan fasilitator yang mendorong peserta untuk mengeksplorasi ide serta perasaan mereka secara jujur. Pendekatan ini memberi ruang bagi setiap individu untuk berkembang tanpa harus terikat pada keseragaman standar tertentu.
Penyelenggaraan PAKAR 2026 mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para orang tua yang hadir. Banyak di antara mereka mengaku terharu melihat hasil karya anak-anak yang mendapat apresiasi secara terbuka dan profesional.
Pembina Aceh Flexi School, Esti Wulansari, berharap semakin banyak ruang apresiasi seni dan kreativitas inklusif yang tumbuh di Aceh. Menurutnya, keberadaan ruang-ruang seperti ini dapat membantu melahirkan generasi yang percaya diri, kreatif, serta mampu menghargai keberagaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....