Nokia dan Indosat Perkuat Jaringan 5G Berbasis AI
- 11 Jun 2026 16:40 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menjalin kerja sama strategis untuk memodernisasi jaringan seluler di Indonesia melalui penerapan teknologi 5G Radio Access Network (RAN) yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi yang diumumkan pada 10 Juni 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kinerja, dan cakupan jaringan guna menghadirkan pengalaman digital yang lebih cepat, andal, dan responsif bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Sebagai mitra teknologi utama, Nokia akan mendukung pengembangan jaringan 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan layanan hingga ke berbagai wilayah Indonesia sekaligus memperkuat fondasi transformasi digital nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Presiden Direktur dan CEO Vikram Sinha mengatakan, kolaborasi bersama Nokia dan NVIDIA akan membangun fondasi jaringan yang terintegrasi dengan AI untuk meningkatkan kualitas konektivitas dan menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan. Menurutnya, kerja sama tersebut juga memperkuat kesiapan Indosat dalam menghadirkan inovasi digital berikutnya serta mendukung transformasi digital yang inklusif di Indonesia.
Selain penguatan jaringan, kemitraan ini membuka peluang pengembangan layanan berbasis AI melalui implementasi arsitektur AI-RAN dan AI Grid hasil kolaborasi dengan NVIDIA. Ketiga perusahaan sebelumnya telah mencatat keberhasilan panggilan AI-RAN pertama pada ajang Mobile World Congress 2026 dan menargetkan uji coba lapangan di Indonesia pada akhir 2026.
President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menyebut evolusi jaringan masa depan akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasional. Menurutnya, kemitraan dengan Indosat dan NVIDIA akan membantu memperluas cakupan 5G, mendukung layanan berbasis AI, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi industri telekomunikasi dan ekonomi digital.
Dalam implementasinya, Nokia akan menghadirkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomasi jaringan berbasis AI. Jaringan 5G pita frekuensi rendah akan diterapkan secara menyeluruh, sementara 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan Indosat dalam tiga setengah tahun ke depan. Melalui dukungan teknologi hemat energi dan otomatisasi berbasis AI, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas akses digital bagi masyarakat, dunia usaha, dan berbagai sektor layanan publik di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....