Tantangan Ideologi Digital Mengintai Generasi Muda Aceh

  • 04 Jun 2026 19:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membawa berbagai manfaat bagi kehidupan. Namun terdapat tantangan yang perlu dihadapi, terutama terkait penyebaran berbagai paham dan ideologi melalui ruang digital yang menyasar generasi muda. Hal ini disampaikan Eka Januar, M.Soc.Sc selaku Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry / Wakil Dekan Bid. Akademik & Kelembagaan dalam dialog bersama Pro1 RRI Banda Aceh, Senin 1 Juni 2026.

Pentingnya penguatan literasi digital dan pemahaman ideologi kebangsaan bagi generasi muda agar mampu menyaring informasi yang diterima dari berbagai platform digital.

Generasi muda saat ini hidup di tengah derasnya arus informasi yang datang tanpa batas ruang dan waktu. Berbagai konten yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya tidak seluruhnya memiliki nilai positif. Sebagian bahkan dapat memengaruhi pola pikir dan cara pandang anak muda terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Era digital memberikan banyak peluang untuk belajar dan berkembang. Namun, generasi muda juga harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan budaya masyarakat,” ujarnya.

Tantangan ideologi di era digital tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. “Penyebarannya sering kali dikemas melalui konten menarik, narasi persuasif, hingga informasi yang tampak meyakinkan. Kondisi tersebut membuat generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memahami setiap informasi yang diterima,” tambahnya.

Selain itu, ia menilai keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral, kebangsaan, serta kearifan lokal dinilai menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari ruang digital.

“Literasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan karakter. Anak muda perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang viral dapat dijadikan rujukan tanpa proses verifikasi,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....