SMAN 7 Banda Aceh Raih Lima Emas di WYIE 2026 Malaysia

  • 24 Mei 2026 19:48 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Delapan tim peneliti muda dari SMAN 7 Banda Aceh sukses membawa nama Aceh bersinar di panggung internasional setelah meraih lima medali emas, tiga medali perak, dan satu special award dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia, pada 18–20 Mei 2026.

Di tengah persaingan lebih dari 1.000 peneliti muda dari 17 negara, para siswa SMAN 7 Banda Aceh tampil dengan beragam inovasi di bidang teknologi, kesehatan, lingkungan, dan edukasi kebencanaan.

Kepala SMAN 7 Banda Aceh, Dr. Erlawana, S.Pd., M.Pd mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelajar Aceh mampu bersaing di tingkat internasional melalui riset dan inovasi yang lahir dari lingkungan sekitar mereka.

“Alhamdulillah, tahun ini anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan bersaing dengan peserta dari berbagai negara,” kata Erlawana dalam rilis yang diterima di Banda Aceh, Sabtu 23 Mei 2026.

Medali emas pertama diraih melalui inovasi sistem kontrol akses laboratorium berbasis fingerprint dan RFID yang dikembangkan Athallah Ramadhan Putra Syr, Riva Devana Siregar, Nyak Puan Khadija, Muhammad Hafizh Raihan, Wahyu Cakra Buana Hidayat, Muhammad Aghna, dan Ridho Hizbullah.

Emas berikutnya diraih tim Muhammad Shaqr Syafiq, Nafil Syauqi, Syaika Syadida, Ghina Al Khaira, Baginda Geubri Azka, Muhammad Ariq Dafina, dan Muhammad Iqbal Asrizal melalui inovasi salep berbahan ekstrak daun sirih merah untuk penyembuhan panu. Karya tersebut juga berhasil meraih special award dari dewan juri.

Prestasi medali emas lainnya diperoleh Syaza Khalisa, Zhalika Ramadhani, Nayla Athaya Izzah, Raya Rizki Maharani, Ade Ulfa, Pratama Siddiq Ramadhan, dan Haekal Al Khalifi melalui inovasi deodoran berbahan bunga tanjung dan tawas.

Sementara itu, Kevin Ramadhan Chandra, Muhammad Daffa Althaf, Alun Alhasyifa, Hasna Kayyisah, Aldafi Rafasyah, Banu Athaia Fauji, dan Teuku Ega Alfi Ulhaq meraih medali emas melalui inovasi obat kumur berbahan daun jeruk purut dan cengkih.

Medali emas terakhir diraih Tuanku Mikala Sakha Hamada Gunawan, Azka Nafeeza, Shella Rizky Ramadani, Naurah Awalia Ramadhani, Aqil Harsa, Teuku Raja Rayyan, dan Vanesha Situmorang melalui inovasi krim pelembab berbahan limbah kulit semangka.

Selain lima medali emas, tiga medali perak juga diraih tim SMAN 7 Banda Aceh. Medali perak pertama diperoleh Kinanti Puspanagari, Radhial Umami, Aufa Fajduani, Lafifa Jamma, Mutiara Salsabil, Maryam Adzqa Almeera Isu, dan Afri Leo Wiradhika melalui penelitian sensor gempa berbasis Arduino sebagai media edukasi kebencanaan.

Medali perak berikutnya diraih Aqilla Raisya Putri, Vicensia Natasya Simbolon, Kania Aisha Putri, Fawwaz Khalis, Nur Asyifa Diwanita, Fasya Al Ghifari, dan Nida Ankhafiyya melalui inovasi sistem pendeteksi asap dan alarm berbasis Arduino Uno.

Sementara medali perak terakhir diraih Fayza Kulla Azmina, Roffel Shadiq Thiftazani, Assyura Bilqis, Atsirah Nazila, Nadhifa Azalia Ali, Naila Muzhaffirah, dan Teuku Andika Saputra melalui inovasi makanan ringan sehat berbahan labu, ikan kembung, dan keju untuk membantu pencegahan stunting.

Erlawana mengatakan seluruh capaian tersebut merupakan hasil pembinaan intensif yang dilakukan sekolah bersama guru pembimbing selama beberapa bulan terakhir.

“Capaian ini menunjukkan bahwa anak-anak Aceh sesungguhnya mampu bersaing di tingkat internasional jika dibimbing dengan baik dan intensif,” ujarnya.

Kontingen SMAN 7 Banda Aceh telah kembali ke Banda Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Sabtu (23/5/2026) dan disambut dewan guru, staf sekolah, serta para orang tua siswa dengan penuh kebanggaan. (*)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....