Pesantren Literasi Al Zahrah Dorong Budaya Menulis Santri

  • 28 Apr 2026 23:18 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Bireuen - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari menegaskan pentingnya budaya menulis sebagai warisan intelektual, dibanding sekadar kemampuan berbicara. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Pesantren Literasi di Pesantren Modern Al Zahrah, Gampong Beunyot Juli, Kabupaten Bireuen, pada Selasa, 28 April 2026.

Pihaknya berharap budaya literasi di kalangan santri terus berkembang, tidak hanya dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab, tetapi juga menjangkau bahasa lain seperti Mandarin. Menurutnya, penguasaan berbagai bahasa akan memperluas wawasan sekaligus memperkuat daya saing generasi muda.

Adapun dalam kegiatan bertema “Mengukir Aksara dalam Karya, Mencetak Generasi Literat di Serambi Mekkah,” Azhari juga mendorong pengembangan literasi dalam berbagai bentuk karya, seperti puisi, pantun, hingga hikayat. Ia menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendukung seperti pojok baca dan rak literasi di setiap lembaga pendidikan.

“Orang yang menulis akan dikenang melalui karyanya. Sementara yang hanya berbicara, tanpa menulis, tidak akan bertahan lama. Budaya literasi harus ditopang dengan ruang dan sarana yang memadai, sebagaimana kita juga mendorong transformasi menuju madrasah digital,” katanya.

Sementara itu Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, M Fadhil Rami, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan pemerintah daerah, dalam pengembangan literasi di pesantrennya.

“Kami membiasakan santri untuk menulis secara rutin setiap pekan, baik dalam bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Ini bagian dari upaya membangun tradisi literasi yang kuat di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Pesantren Al Zahrah telah menggalakkan program literasi sejak masa pandemi COVID-19. Berbagai capaian berhasil diraih, di antaranya melahirkan duta literasi nasional serta mencatatkan tiga rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam bidang literasi santri.

Kegiatan peresmian turut dihadiri unsur Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Aceh, jajaran Bidang Pendidikan Madrasah, perwakilan Kantor Kemenag Bireuen, pemerintah daerah, serta komunitas literasi di Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....