USK dan ILO Percepat Pengembangan Nilam Aceh menuju Industri Bernilai Ekonomi
- 24 Apr 2026 16:41 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Universitas Syiah Kuala (USK) bersama International Labour Organization (ILO) memperkuat kolaborasi strategis dalam percepatan pengembangan komoditas nilam Aceh menuju industri bernilai ekonomi berkelanjutan.
Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Kamis 23 April 2026, yang turut melibatkan Atsiri Research Center (ARC) USK sebagai pusat unggulan pengembangan minyak atsiri.
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menegaskan komitmen kampus dalam mentransformasi peran perguruan tinggi dari sekadar pusat riset menjadi institusi yang mampu menghasilkan nilai ekonomi nyata. Menurutnya, nilam merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki sejarah panjang dalam mendorong perekonomian Aceh.
“Kita tidak bisa lagi hanya berhenti pada riset. Sebagai perguruan tinggi berbadan hukum (PTNBH), USK harus mampu membangun ekosistem bisnis yang kuat. Nilam adalah potensi besar yang harus kita kelola secara serius,” kata Prof. Mirza.
Ia menjelaskan bahwa USK akan mendorong model pemberdayaan petani melalui penyediaan bibit dan pupuk, serta menjamin pembelian hasil panen. Skema ini diharapkan mampu menciptakan kepastian pasar bagi petani sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nilam melalui hilirisasi industri.
Pertemuan ini turut melibatkan Atsiri Research Center (ARC) USK yang selama ini menjadi pusat unggulan pengembangan minyak atsiri di Aceh. Ketua ARC USK, Syaifullah Muhammad, mengatakan kolaborasi ini membuka peluang memperkuat ekosistem bisnis nilam dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan produk turunan seperti parfum.
Melalui ARC, hasil riset nilam dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti minyak atsiri berkualitas ekspor dan produk turunan lainnya. Pendekatan hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memberi kontribusi bagi perekonomian daerah.
Sementara itu, Direktur ILO Indonesia dan Timor Leste, Simrin C. Singh, mengatakan kerja sama ini menjadi momentum untuk memperluas kemitraan dan mengenalkan potensi nilam Aceh ke tingkat global.
“Potensi nilam Aceh telah mendapat perhatian internasional dan perlu terus didorong agar berkembang,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....