Mahasiswa Magister Kebencanaan USK Presentasikan Inovasi di Bangkok
- 13 Apr 2026 22:45 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK), Imam Maulana berhasil mempresentasikan inovasi model pendidikan berbasis sekolah bertajuk TaKasi-SeRa (Taman Edukasi Kesehatan Remaja), dalam forum internasional yang merupakan bagian dari World Class University Student Exchange Program 2026, di King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Bangkok, Thailand, pada 5–10 April 2026.
Imam menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas negara yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas isu strategis global, khususnya dalam tema Enhancing Transboundary Resilience and Sustainable Infrastructure.
Imam mengangkat isu penting terkait kesenjangan dalam pendidikan kebencanaan, di mana pendekatan yang ada masih berfokus pada aspek teknis seperti evakuasi dan respons darurat, sementara dimensi kesehatan mental serta partisipasi bermakna anak dan remaja masih belum terintegrasi secara optimal dalam sistem pendidikan.
“Selama ini, pendidikan kebencanaan cenderung menitikberatkan pada kesiapsiagaan teknis. Padahal, ketahanan mental memiliki peran yang sangat krusial, terutama bagi generasi muda yang berada pada fase perkembangan psikososial,” ujar Imam saat membagikan pengalamannya di Bangkok kepada RRI, pada Senin, 13 April 2026.
Adapun Imam memperkenalkan TaKasi-SeRa sebagai model school-based youth platform yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta Psychological First Aid (PFA) melalui pendekatan kaderisasi remaja di lingkungan sekolah. Model ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga untuk membangun sistem ketahanan berbasis komunitas sekolah secara berkelanjutan.
TaKasi-SeRa sendiri telah mulai dikembangkan sejak tahun 2024 oleh organisasi kepemudaan di Aceh, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A). Inisiatif ini berangkat dari kepedulian terhadap tingginya paparan risiko kesehatan pada remaja, dimulai dari isu penggunaan tembakau, kemudian berkembang ke edukasi gizi, serta kesehatan mental, sebelum akhirnya diperluas untuk mencakup kesiapsiagaan bencana dan penguatan ketahanan psikososial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....