Risiko Digital Mengintai Anak Pengguna Gawai

  • 07 Apr 2026 23:10 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak menjadi perhatian serius pemerintah, seiring bertambahnya risiko di ruang digital yang dihadapi generasi muda saat ini.

Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Asna Mardhia, S. STP mengungkapkan bahwa tren kepemilikan gawai pada anak terus mengalami peningkatan.

“Kalau kita lihat berdasarkan data statistik 2024 itu sudah di atas 20 persen anak-anak usia 5 sampai 18 tahun yang punya gawai. Sehingga otomatis dengan meningkatnya dari angka tahun sebelumnya itu juga menjadi prioritas. Jadi itu sudah penting buat kita,” ujar Asna dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 6 April 2026.

Ia menambahkan, peningkatan tersebut juga diiringi dengan berbagai risiko yang mengintai anak di ruang digital. “Apalagi kita melihat maraknya kasus-kasus sekarang untuk anak-anak, baik itu TPPO, penipuan dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Di sisi lain, penggunaan gawai tidak terlepas dari kebutuhan pendidikan yang semakin berbasis digital. Menurut Asnaah, anak-anak kini telah dikenalkan dengan berbagai platform kreatif sejak usia dini. “Beberapa anak sudah diajarkan dari usia SD atau MIN untuk pemanfaatan Canva, kemudian cara sharing hasilnya. Di SMP juga sudah mulai diajarkan membuat video,” jelasnya.

Ia menilai, perkembangan ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif semakin mengarah ke digital. Namun demikian, diperlukan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan perlindungan anak agar ruang digital tetap aman dan sehat bagi tumbuh kembang mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....