Aplikasi MemoryGraph Rekam Perubahan Lanskap Aceh
- 28 Mar 2026 19:34 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Aplikasi MemoryGraph hadir sebagai inovasi dalam mendokumentasikan perubahan lanskap sekaligus menjaga ingatan kolektif masyarakat, khususnya terkait bencana di Aceh. Melalui pendekatan visual, aplikasi ini memungkinkan pengguna membandingkan kondisi masa lalu dan masa kini dalam satu tampilan yang sama.
MemoryGraph merupakan aplikasi kamera yang dikembangkan oleh National Institute of Informatics Jepang bersama Center for Southeast Asian Studies Kyoto University. Inovasi ini juga melibatkan kolaborasi dengan Balai Arsip Statis dan Tsunami ANRI dalam penerapannya di Aceh.
Fungsi utama aplikasi ini adalah menggunakan teknologi same-composition photography atau repeat photography. Teknologi ini memungkinkan pengguna melihat foto lama secara transparan di layar kamera saat mengambil gambar terbaru dari lokasi yang sama.
Aplikasi Memorygraph memungkinkan pengguna menyimpan dan membandingkan dokumentasi visual dari lokasi-lokasi terdampak bencana alam di berbagai waktu. “Aplikasi ini untuk pelestarian memori bencana, terutama untuk lanskap atau bentang alam. Misalnya di kawasan Blang Padang yang dulu hancur karena tsunami, kita bisa menangkap ulang foto lokasinya untuk melihat perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu,” tutur Eka Husnul Hidayati yang merupakan salah satu peserta program tersebut.
Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa fungsi utama aplikasi ini tidak hanya mendokumentasikan perubahan fisik pascabencana, tetapi juga menggambarkan proses pemulihan masyarakat. “Harapannya, kita bisa melihat bagaimana masyarakat bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. Dari foto-foto lama dan baru itu, terlihat juga ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,” tambahnya.
Selain sebagai alat dokumentasi, MemoryGraph juga mendorong partisipasi masyarakat dalam merekam memori mereka sendiri. Setiap foto yang diambil tidak hanya menjadi arsip visual, tetapi juga bagian dari cerita yang diwariskan ke generasi berikutnya.
Penggagas MemoryGraph di Aceh, Yoshimi Nishi, menyebut bahwa lanskap menyimpan banyak makna yang tidak terlihat secara kasat mata. Melalui pendekatan visual ini, hubungan antara ruang dan pengalaman hidup dapat dipahami lebih dalam.
Aplikasi ini juga banyak dimanfaatkan dalam proyek mitigasi bencana dan edukasi kebencanaan di Aceh. Dengan melihat langsung perubahan yang terjadi, masyarakat diharapkan lebih sadar terhadap risiko bencana di masa depan.
MemoryGraph kini telah tersedia dan dapat diunduh melalui Google Play dan Apple App Store. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat memperkuat peran teknologi dalam merawat arsip, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga ingatan bencana.
Melalui inovasi ini, arsip tidak lagi hanya menjadi dokumen yang tersimpan, tetapi hidup dan berkembang bersama masyarakat. MemoryGraph menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini dalam membangun ketahanan menghadapi bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....