Psikologi di Balik Kebiasaan Mengucap "Mohon Maaf Mengganggu"

  • 03 Feb 2026 20:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ungkapan “mohon maaf mengganggu” kerap diucapkan seseorang sebelum berbicara atau menyampaikan pendapat. Dalam perspektif psikologi, kebiasaan ini mencerminkan kesadaran sosial yang tinggi, di mana individu berupaya memastikan kehadirannya tidak dianggap mengganggu atau mengancam orang lain.

Dikutip dari laman MSN, secara psikologis kebiasaan tersebut banyak ditemukan pada individu yang dibesarkan dalam pola asuh orang tua yang cenderung otoriter, budaya senioritas yang kuat, struktur sosial hierarkis, serta lingkungan yang menuntut sikap “tahu diri”. Kondisi ini membentuk pola pikir bahwa seseorang perlu merendahkan diri terlebih dahulu sebelum menyampaikan permintaan. Bahasa pun menjadi simbol posisi sosial, sehingga permintaan sering kali diawali dengan permintaan maaf, seolah-olah meminta merupakan sebuah kesalahan.

Di sisi lain, penggunaan ungkapan “izin, mohon maaf mengganggu” secara berulang juga dapat menjadi indikator rendahnya kepercayaan diri. Dalam kajian psikologi kepribadian, individu dengan kebiasaan tersebut kerap merasa dirinya kurang penting atau takut mengalami penolakan, sehingga merasa perlu meminta maaf bahkan sebelum melakukan hal yang wajar.

Dalam konteks lingkungan kerja, kebiasaan ini sering dikaitkan dengan latar belakang pola asuh dan budaya masa kecil. Psikolog menyebutkan, individu yang tumbuh dalam lingkungan dengan tuntutan kepatuhan tinggi cenderung membawa kebiasaan meminta izin dan maaf secara berlebihan hingga dewasa, meskipun situasi sebenarnya tidak mengharuskannya.

Meski dinilai sebagai bentuk kesopanan, para ahli mengingatkan agar penggunaan ungkapan “izin, mohon maaf mengganggu” tidak dilakukan secara berlebihan. Menurut psikologi komunikasi, keseimbangan antara sikap sopan dan kepercayaan diri perlu dijaga agar seseorang tetap dihargai tanpa harus merasa bersalah atas keberadaannya sendiri.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....