Bahasa Korea Melalui King Sejong Institute Banda Aceh
- 30 Jan 2026 21:13 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh: King Sejong Institute (KSI) Banda Aceh hadir sebagai wadah pembelajaran bahasa dan budaya Korea bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang tengah dilanda tren Korean Wave. Lembaga ini menjadi salah satu dari lebih dari 200 cabang King Sejong Institute yang tersebar di berbagai negara di dunia dan berada di bawah naungan King Sejong Institute Foundation yang berpusat di Korea Selatan.
Di Banda Aceh, institut ini resmi beroperasi sejak September 2023 dan kini memasuki tahun ketiga. Kehadirannya disambut antusias, terutama oleh kalangan pelajar dan mahasiswa yang tertarik mempelajari bahasa Korea tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk pendidikan dan peluang karier.
Media and Publicity Operator King Sejong Institute Foundation Banda Aceh, Riva Zahara, dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 1 Banda Aceh, Kamis (29/1/2026) mengatakan meningkatnya minat anak muda Aceh terhadap budaya Korea menjadi alasan utama berdirinya lembaga tersebut. “Kalau sekarang kita lihat, anak muda Aceh banyak tertarik ke Korea-Koreaan, mulai dari K-Pop sampai K-Drama. Jadi kami ingin menyediakan wadah supaya mereka tidak hanya menikmati musiknya, tapi juga belajar bahasa dan budayanya secara langsung,” ujarnya.
KSI Banda Aceh menawarkan program pembelajaran bahasa secara bertahap, mulai dari level pemula 1A, 1B hingga tingkat lanjutan yang saat ini mencapai 4A. Selain kelas bahasa, tersedia pula kelas budaya yang membahas sejarah, tradisi, hingga pengenalan alfabet Korea atau Hangeul. Peserta juga mendapat kesempatan mencoba langsung pengalaman budaya seperti mengenakan hanbok serta berinteraksi dengan pengajar penutur asli.
Dalam proses belajar, KSI menerapkan metode interaktif agar suasana kelas lebih hidup dan tidak membosankan. Pengajaran tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi dipadukan dengan permainan, percakapan, hingga role playing untuk melatih kemampuan komunikasi peserta didik.
“Untuk kelas reguler, metode belajarnya sangat interaktif. Kita banyak aktivitas seperti game, percakapan, dan praktik langsung dengan native speaker. Jadi siswa lebih cepat paham dan lebih percaya diri saat speaking,” kata Riva. Dengan pendekatan tersebut, King Sejong Institute Banda Aceh berharap dapat menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Korea yang inklusif serta mendukung pengembangan keterampilan generasi muda Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....