Museum Hanshin-Awaji, Arsip Ketangguhan Bangsa Jepang

  • 10 Nov 2025 13:09 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Pengalaman langsung mempelajari sejarah dan inovasi penanggulangan bencana di Jepang memberikan kesan mendalam bagi peserta Sakura Science Exchange Program. Salah satunya adalah kunjungan ke ‘The Great Hanshin-Awaji Earthquake Memorial Museum’ di Kota Kobe, yang menjadi simbol pembelajaran dari tragedi gempa besar tahun 1995.

“Pengalaman yang paling sangat berkesan itu mengenai gempa dan tsunami, saat kami berkunjung ke The Great Hanshin Awaji Earthquake Memorial tahun lalu. Sederhananya, ini seperti Museum Kobe yang dibuat khusus untuk mengenang gempa besar tahun 1995,” ujar Eka Husnul Hidayati, Alumni Sakura Science Exchange Program dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin (3/11/2025).

Salah satu ruang memori bencana Gempa di The Great Hanshin-Awaji Earthquake Memorial Museum. (sumber: kobe-convention.jp)

Eka menuturkan bahwa museum tersebut tidak hanya menampilkan dokumentasi dan artefak bencana, tetapi juga menggabungkan inovasi edukatif dan interaktif. “Di Memorial Kobe ini juga ada berbagai inovasi, misalnya permainan interaktif, simulasi rumah gempa, dan instalasi edukasi yang membuat pengunjung bisa merasakan langsung bagaimana peristiwa itu terjadi,” jelasnya.

Menurut Eka, bagian yang paling menyentuh justru terletak pada narasi para penyintas yang dikemas dengan penuh empati. “Yang paling berkesan di saya itu museumnya, karena kaya dengan cerita penyintas. Kalau kita mendengar langsung cerita orang, rasanya lebih dalam dibanding hanya melihat foto atau artefak. Kita bisa ikut merasakan apa yang mereka alami,” ungkapnya.

Namun, Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pengalaman tersebut bukan untuk menumbuhkan kesedihan, melainkan untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Melalui kunjungan ke museum tersebut, peserta mendapatkan pemahaman baru tentang bagaimana Jepang mengubah tragedi menjadi sumber pembelajaran. Eka menuturkan pengalaman ini menjadi pengingat penting bahwa membangun ketangguhan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga ingatan dan belajar dari masa lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....