Akademisi USK Edukasi Anak tentang Mitigasi Bencana

  • 28 Okt 2024 16:03 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Aceh Besar: Dua akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), Uswatun Nisa dan Cut Lusi Chairun Nisak, mengedukasi anak-anak tentang mitigasi bencana melalui permainan interaktif yang disebut “Tangga Tangguh Bencana” (Tata) Minggu (27/10/2024).

Bertempat di Desa Krueng Anoi, Aceh Besar, kegiatan ini menyasar anak-anak sekolah dasar dan dikemas dalam Program Sekolah Nusantara bertema "Mitigasi Bencana", yang diinisiasi oleh Komunitas Senyum Anak Nusantara (SAN) Chapter Aceh bersama UKM Fasilitator Tangguh Bencana (Fastana) USK.

Permainan "Tata" dirancang untuk menyampaikan edukasi kebencanaan secara menyenangkan dan efektif kepada anak-anak. Uswatun Nisa menjelaskan bahwa setelah anak-anak menerima pengenalan konsep mitigasi bencana secara umum, mereka diajak untuk memainkan Tata, permainan yang menggabungkan unsur edukasi dan hiburan. "Permainan ini merupakan media edukasi yang tepat dan interaktif untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak dalam mengurangi risiko bencana," ujar Uswatun Nisa dikutip dari rilis resminya.

Dalam permainan Tata, anak-anak dibagi menjadi empat tim, masing-masing didampingi oleh kakak pendamping untuk membantu memahami aturan dan strategi permainan. Mirip dengan konsep permainan ular tangga, Tata menyertakan simbol-simbol bencana seperti gempa bumi, longsor, tornado, kebakaran, banjir, abrasi pantai, dan tsunami. Pemain mempelajari tanda-tanda bencana melalui visual dan kartu edukatif yang memberikan informasi tentang cara menghadapi situasi darurat.

Permainan ini dikembangkan oleh mahasiswa FISIP USK, yaitu Marini Koto, Raisyah Siti Hafifah, dan Rani Mauizzah, dengan bimbingan Uswatun Nisa. Marini, ketua tim pengembang Tata, menjelaskan bahwa ide ini berawal dari kurangnya pengetahuan dasar tentang mitigasi bencana di kalangan masyarakat Aceh, terutama di kalangan anak-anak, meski Aceh merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam.

Acara ini menjadi pengalaman pertama bagi anak-anak untuk langsung memainkan Tata sejak permainan ini diciptakan pada Desember 2023. Hasil evaluasi kegiatan akan dijadikan bahan pengembangan lebih lanjut. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan Tangga Tangguh Bencana menjadi lebih baik sehingga bisa berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman mitigasi bencana di masyarakat,” tambah Uswatun Nisa.

Inisiatif ini diharapkan mampu membangun kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap berbagai jenis bencana sejak dini, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.(*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....