WHO Catat 423 Kematian akibat Pes pada 2019-2025
- 30 Sep 2026 20:11 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ratusan kematian akibat penyakit pes dalam laporan pemantauan periode 2019 hingga 2025. Dalam kurun tersebut, sebanyak 10 negara menyampaikan laporan kasus pes pada manusia, sementara enam negara di antaranya melaporkan kasus yang telah terkonfirmasi.
WHO mencatat 3.847 kasus suspek dan 423 kematian dari enam negara yang melaporkan kasus terkonfirmasi. Angka tersebut menghasilkan tingkat kematian kasus atau case fatality rate sebesar 11 persen. Data itu merupakan hasil pelaporan surveilans kepada WHO dan tidak dimaksudkan sebagai perkiraan seluruh beban penyakit pes di dunia.
Enam negara yang melaporkan kasus terkonfirmasi tersebut berada di dua kawasan WHO, yakni Republik Demokratik Kongo, Kenya, Madagaskar, dan Uganda di kawasan Afrika, serta China dan Mongolia di kawasan Pasifik Barat. Republik Demokratik Kongo dan Madagaskar menjadi penyumbang utama laporan kasus, dengan penyakit pes masih ditemukan secara endemik di sejumlah wilayah kedua negara tersebut.
Dalam laporan epidemiologinya, WHO menjelaskan bahwa pes merupakan penyakit bakteri yang umumnya beredar di antara hewan dan dapat menular kepada manusia. Penularan paling umum terjadi melalui gigitan pinjal yang terinfeksi, sementara kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi maupun paparan partikel pernapasan juga dapat menjadi jalur penularan pada kondisi tertentu.
WHO menekankan pentingnya sistem pengawasan yang berkelanjutan, terutama terhadap populasi hewan pengerat dan hewan lain yang dapat menjadi sumber penularan. Deteksi secara dini dan penanganan cepat ketika terjadi wabah dinilai penting untuk membatasi penyebaran serta mencegah kejadian yang lebih luas.
Laporan WHO juga menunjukkan bahwa tidak adanya laporan kasus dari suatu negara tidak serta-merta berarti penyakit pes tidak terdapat di wilayah tersebut. Karena itu, WHO mendorong penguatan surveilans, kemampuan diagnosis, serta pelaporan kasus secara konsisten, khususnya di wilayah yang memiliki sejarah kejadian pes.
WHO mencatat penyakit pes tetap menjadi perhatian kesehatan masyarakat meskipun kasus yang dilaporkan secara global masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah. Kewaspadaan dan pemantauan terhadap kemungkinan penularan tetap diperlukan untuk memastikan kasus dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....