Ketegangan Arab Saudi, Houthi Bantah Targetkan Kota Makkah

  • 18 Sep 2026 17:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Sana'a – Pemimpin kelompok Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, membantah tuduhan bahwa kelompoknya melancarkan serangan yang menyasar Kota Makkah, Arab Saudi. Bantahan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Houthi dan Arab Saudi.

Dalam pidato yang disiarkan Al-Masirah TV pada Kamis 17 September 2026, seperti dilansir dari Antara, al-Houthi menyatakan tuduhan tersebut tidak benar dan menilai klaim mengenai serangan terhadap Makkah sebagai bagian dari informasi yang menurutnya sengaja dibuat untuk membentuk opini publik. Ia juga menuding tuduhan itu digunakan untuk memperoleh dukungan terhadap kebijakan militer yang diberlakukan terhadap wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.

Al-Houthi mengatakan persoalan antara kedua pihak masih mencakup pembatasan aktivitas bandara dan hambatan terhadap masuknya barang ke wilayah yang dikuasai kelompoknya. Ia juga menilai Arab Saudi tidak memanfaatkan periode relatif tenang sebelumnya untuk mendorong penyelesaian melalui jalur politik.

Sehari sebelumnya, koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udara negaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone di sebelah selatan Makkah pada Selasa (15/9) malam. Juru bicara koalisi, Turki al-Malki, mengatakan drone tersebut dihancurkan sebelum memasuki wilayah udara terbatas di sekitar kota suci itu. Ia menegaskan keamanan Makkah dan Madinah serta keselamatan jamaah merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi untuk dilanggar.

Menurut al-Malki, insiden terbaru tersebut disebut sebagai dugaan upaya kedua yang dikaitkan dengan Houthi terhadap Makkah. Koalisi sebelumnya menyebut pernah terjadi serangan rudal balistik yang mengarah ke kawasan tersebut pada 27 Juli 2017.

Ketegangan terbaru berlangsung ketika Houthi meningkatkan aktivitas militernya di kawasan pesisir Laut Merah Yaman dan sekitar Selat Bab al-Mandab sejak 3 September. Kelompok tersebut juga disebut meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran militer serta fasilitas minyak di Arab Saudi. Di sisi lain, Houthi mengeklaim serangan udara Arab Saudi terhadap sejumlah wilayah Yaman juga mengalami peningkatan.

Konflik Yaman bermula pada akhir 2014 setelah Houthi menguasai Sanaa dan sejumlah wilayah di bagian utara negara tersebut. Kondisi itu kemudian mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Di tengah perkembangan tersebut, al-Houthi menyerukan pendukungnya menggelar demonstrasi pada Jumat (18/9) untuk memprotes apa yang disebutnya sebagai tuduhan dan informasi palsu dari Arab Saudi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....