Hizbullah Desak Lebanon Putus Perundingan dengan Israel
- 10 Agt 2026 13:45 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Lebanon– Hizbullah meminta pemerintah Lebanon menghentikan perundingan langsung dengan Israel setelah muncul peta yang diterbitkan Kementerian Luar Negeri Israel dan memperlihatkan sebagian besar wilayah Lebanon selatan berada dalam cakupan wilayah Israel.
Menurut laporan Anadolu via Antara, peta tersebut diunggah pada Jumat melalui akun berbahasa Arab Kementerian Luar Negeri Israel di platform X. Publikasi itu memicu reaksi Hizbullah yang menilai langkah tersebut mencerminkan klaim Israel terhadap wilayah dan sumber daya Lebanon.
Hizbullah menuding Israel berusaha mengubah kondisi di lapangan sekaligus memanfaatkan jalur diplomasi untuk memperpanjang waktu, sementara kehadiran militernya di wilayah Lebanon terus diperkuat.
Kelompok tersebut mendesak pemerintah Lebanon menghentikan mekanisme perundingan langsung dengan Israel. Hizbullah juga meminta Beirut membawa persoalan peta tersebut ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain itu, Hizbullah menyerukan Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon segera menggelar rapat darurat. Mereka meminta seluruh pihak di Lebanon menyusun langkah bersama untuk menjaga kedaulatan, wilayah, dan sumber daya nasional.
Seruan itu disampaikan setelah delegasi Lebanon dan Israel menyelesaikan putaran ketujuh perundingan di Roma, Italia, pada Kamis. Pertemuan tersebut berlangsung dengan mediasi Amerika Serikat dan membahas penerapan kerangka kesepakatan yang sebelumnya dicapai kedua pihak pada 26 Juni.
Hingga Minggu malam, pemerintah Lebanon belum menyampaikan pernyataan resmi terkait peta yang dipublikasikan Israel. Dalam berbagai kesempatan, Beirut tetap menuntut agar seluruh pasukan Israel ditarik dari wilayah Lebanon selatan.
Di tengah berlangsungnya proses diplomasi, aktivitas militer Israel di Lebanon selatan dilaporkan masih berlanjut sejak 2 Maret. Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangkaian serangan tersebut telah menyebabkan 4.333 orang meninggal dunia dan 12.250 lainnya mengalami luka-luka.
Israel juga masih menguasai sejumlah titik di Lebanon selatan, termasuk wilayah yang telah diduduki selama beberapa dekade serta area yang direbut dalam konflik pada 2023–2024.
Dalam perkembangan terbaru, pasukan Israel dilaporkan telah bergerak lebih dari 10 kilometer memasuki wilayah Lebanon. Kondisi tersebut semakin memperumit upaya diplomatik yang tengah berlangsung antara kedua negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....