Dinas Pendidikan Dayah Aceh Teken Perjanjian Swakelola Pembangunan 102 Dayah

  • 09 Jul 2026 14:59 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Dinas Pendidikan Dayah Aceh melakukan penandatanganan surat perjanjian swakelola kegiatan pembangunan dan pengembangan prasarana dayah tahun 2026 di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Aceh, Kamis 9 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri pimpinan dayah dari 22 kabupaten/kota di Aceh sebagai bagian dari percepatan pembangunan sarana pendidikan dayah di seluruh Aceh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan penandatanganan perjanjian swakelola ini dilakukan agar progres pembangunan dayah dapat berjalan serentak, mulai dari tahap awal hingga selesai. Dengan pola tersebut, pelaksanaan pembangunan diharapkan lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing dayah penerima bantuan.

“Pembangunan dayah melalui mekanisme swakelola ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam peraturan gubernur yang mengatur bahwa pembangunan dan pengembangan prasarana dayah oleh Dinas Pendidikan Dayah dilakukan melalui skema swakelola,” kata Muhsin.

Kebijakan ini dinilai lebih efektif karena pihak dayah dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Pada tahun anggaran 2026, Dinas Pendidikan Dayah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp157 miliar untuk pembangunan dan pengembangan prasarana di 102 dayah yang tersebar di 22 kabupaten/kota di Aceh.

Program ini difokuskan untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan dayah yang saat ini dinilai belum memadai, seperti ruang belajar, bilik santri, hingga sarana penunjang lainnya.

Menurut Muhsin, pembangunan ini menjadi kebutuhan mendesak karena masih banyak bangunan dayah di Aceh yang kondisinya kurang layak, baik dari sisi kenyamanan maupun keamanan bagi para santri. Karena itu, melalui program swakelola ini, pemerintah Aceh berharap kualitas sarana pendidikan dayah dapat terus meningkat sehingga mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik.

Melalui penandatanganan perjanjian ini, Dinas Pendidikan Dayah Aceh berharap pembangunan prasarana dayah di seluruh daerah dapat segera berjalan sesuai jadwal, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para santri dan tenaga pendidik di lingkungan dayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....