Pemkab Aceh Besar Siapkan Pasar Rakyat dan Irigasi Neuheun

  • 23 Jun 2026 16:32 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar - Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan produktivitas pada sektor pertanian, terus diupayakan melalui berbagai langkah strategis. Hal tersebut terwujud dalam peninjauan langsung Bupati Aceh Besar, Muharram idris ke lokasi rencana pembangunan pasar rakyat, serta kondisi waduk dan sumber air persawahan di Gampong Neuheun, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten setempat, pada Senin, 22 Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah sedang mempersiapkan pembangunan pasar rakyat, yang nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi masyarakat di Kecamatan Baitussalam, dan Kecamatan Mesjid Raya. Menurutnya, lokasi yang ditinjau merupakan lahan milik pemerintah yang telah dibebaskan dan dinilai sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pasar tradisional, yang representatif bagi masyarakat setempat.

Muharram Idris menjelaskan, saat ini pemerintah masih melakukan survei dan kajian lapangan guna menyusun perencanaan yang matang sebelum pembangunan dimulai. Setelah seluruh tahapan perencanaan selesai, Syech Muharram menginginkan agar pasar tersebut bisa segera direalisasikan.

"Ini masih kita survei dulu sebelum kita buatkan rencana matang untuk pembangunan. Nanti akan kita cari sumber anggaran agar bisa kita bangun dan cepat terealisasi untuk menghidupkan perekonomian masyarakat," katanya.

Selain meninjau lokasi pasar rakyat, Bupati juga melihat langsung kondisi waduk dan sumber air yang selama ini menjadi penopang kebutuhan irigasi lahan pertanian di kawasan tersebut. Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa sumber air di wilayah Neuheun sebenarnya cukup melimpah dan memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi pertanian. Namun, terdapat kendala teknis pada sistem pengairan yang menyebabkan distribusi air ke areal persawahan belum optimal.

Muharram mengatakan, pemerintah akan berupaya membantu masyarakat petani agar persoalan irigasi tersebut dapat segera diatasi. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan panen hingga dua kali dalam setahun. Ia menyebutkan, terdapat sekitar 42 hektare lahan tadah hujan yang berpotensi ditingkatkan produktivitasnya apabila sistem pengairan dapat diperbaiki. Selain itu, terdapat sekitar 12 hektare lahan yang berada pada posisi lebih tinggi dan masih sangat bergantung pada curah hujan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Aceh Besar berencana mengusulkan program pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif bagi lahan-lahan yang sulit dijangkau sistem irigasi utama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar, Syahrial Amanullah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil tinjauan lapangan bersama Bupati, terdapat sekitar 12 hingga 13 hektare lahan, yang menjadi prioritas untuk mendapatkan suplai air tambahan dari kawasan embung. Menurutnya, pembangunan satu unit sumur bor dinilai cukup efektif untuk mengatasi kekurangan air yang selama ini menjadi kendala petani di Neuheun.

"Hasil kunjungan bersama Bupati tadi, kita melihat ada sekitar 12 sampai 13 hektare lahan yang akan dialirkan air dari embung tersebut. Untuk mengatasinya, kita upayakan satu sumur bor yang mampu mengairi hingga 15 hektare lahan pertanian," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....