Disbudpar Rumuskan Strategi Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
- 30 Apr 2026 09:48 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh terus berupaya melakukan penguatan sektor ekonomi kreatif di daerah. Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan, Ismail menyebut Aceh termasuk salah satu provinsi yang berkontribusi, dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi peluang untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui pengembangan sumber daya manusia dan promosi, seperti pameran dan expo.
Ismail juga menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital. Sektor ini dinilai memiliki peran dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat keterkaitan lintas sektor, termasuk dengan pariwisata.
“Pengembangan ekonomi kreatif di Aceh diarahkan pada pemanfaatan kearifan lokal, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perlindungan kekayaan budaya dan intelektual, serta pemanfaatan teknologi. Selain itu, pemasaran produk kreatif juga dinilai penting karena berkaitan dengan daya tarik destinasi wisata,” jelasnya pada Kamis, 30 April 2026.
Menurut Ismail, sektor ekonomi kreatif dan pariwisata saling berkaitan. Produk seperti kuliner, fesyen, dan kriya menjadi bagian dari pengalaman wisata, yang berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan, dan aktivitas ekonomi di daerah.
Adapun kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian Aceh pada 2025 mencapai sekitar 24,87 persen. Sejumlah subsektor, seperti kuliner, fesyen muslim, dan kriya, disebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Pihaknya turut menyoroti perlunya regulasi daerah yang mengatur ekonomi kreatif secara khusus. Regulasi tersebut diperlukan sebagai dasar dalam pengembangan sektor yang lebih terarah. Selain itu, dukungan dalam bentuk pembinaan, sertifikasi, peningkatan kualitas produk, serta akses pembiayaan juga masih diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....