Wali Kota Banda Aceh Dorong Isu Penguatan Fiskal-Tangguh Bencana di Raker Apeksi

  • 20 Apr 2026 17:39 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mendorong agar isu pengelolaan keuangan daerah hingga penguatan ketangguhan bencana menjadi rekomendasi penting dalam Rapat Kerja APEKSI Komisariat Wilayah I yang berlangsung di Banda Aceh, Senin 20 April 2026.

Usai rapat kerja, Illiza menyampaikan pengembalian dana ke kas daerah dapat menjadi salah satu langkah membantu pemerintah kota keluar dari persoalan utang. Menurutnya, forum APEKSI menjadi ruang strategis untuk membawa aspirasi daerah agar dibahas di tingkat nasional maupun disampaikan langsung kepada kementerian terkait.

“Dengan adanya forum ini, tentu hal-hal seperti itu bisa dibawa ke rekomendasi, baik di tingkat kerja nasional maupun langsung kepada lintas kementerian terkait,” ujar Illiza kepada wartawan.

Selain persoalan fiskal, Illiza juga menekankan pentingnya membangun kota yang tangguh menghadapi bencana. Ia mengatakan Banda Aceh terus berupaya meminimalkan risiko korban bencana melalui berbagai langkah mitigasi dan edukasi masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan, kata dia, ialah memasukkan materi kebencanaan ke dalam kurikulum pendidikan. Pemerintah Kota Banda Aceh juga bersiap meluncurkan sistem peringatan dini banjir, melengkapi sistem peringatan dini tsunami yang telah ada sebelumnya.

Tidak hanya itu, konsep ketangguhan juga akan diterapkan di berbagai sektor, mulai dari pasar, masjid, gampong, rumah sakit, hingga lingkungan permukiman. Menurut Illiza, kesiapsiagaan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah kota telah membentuk tim tanggap bencana lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang diperkuat hingga tingkat gampong dan fasilitas publik lainnya. Langkah tersebut dinilai penting mengingat wilayah Komisariat I APEKSI termasuk kawasan yang rawan terhadap berbagai ancaman bencana.

Illiza turut menyinggung pengalaman Banda Aceh menghadapi bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Menurutnya, banjir yang melanda kota hanya berlangsung sekitar tiga hingga empat hari sebelum kondisi kembali pulih. Bahkan, setelah proses pemulihan, Banda Aceh mampu membantu daerah lain yang terdampak.

Ia berharap penguatan kapasitas masyarakat terus dilakukan sehingga warga semakin cerdas, siap siaga, dan mampu menekan risiko saat bencana terjadi. “Mudah-mudahan semakin masyarakat kita tangguh, semakin kita bisa meminimalisir risiko dari bencana itu sendiri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....